Investor asing membukukan jual bersih Rp 1,13 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Senin (28/9/2026), tekanan yang menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 94 poin atau 1,51% ke posisi 6.147,85. Di pasar reguler, aksi net sell asing tercatat Rp 259,83 miliar. Bank Mandiri (BMRI) menjadi sasaran jual terbesar dengan net sell Rp 241,5 miliar.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan tekanan jual asing terkonsentrasi di saham-saham berkapitalisasi besar. BMRI memimpin daftar net sell dengan Rp 241,5 miliar, disusul Telkom Indonesia (TLKM) Rp 121,67 miliar dan Timah (TINS) Rp 41,15 miliar.
Imbas tekanan jual, saham BMRI melemah 1,47% ke Rp 4.020 per saham. Pelemahan terjadi meski secara fundamental bank pelat merah itu masih menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.
Sepuluh Saham dengan Net Sell Terbesar
Selain tiga emiten di atas, sejumlah saham lain juga mencatat net sell signifikan sepanjang perdagangan kemarin:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 241,5 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 121,67 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp 41,15 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 31,96 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp 26,58 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp 23,79 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp 15,64 miliar
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Rp 15,6 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp 13,75 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp 12,65 miliar
BBRI Tetap Diburu Meski Harga Turun
Di tengah aksi jual masif, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) justru mencatat net buy terbesar Rp 49,68 miliar. Namun arus masuk itu belum mampu menahan pelemahan harga saham BBRI yang turun 0,32% ke Rp 3.140 per saham.
Pola ini menunjukkan asing masih selektif memilih saham perbankan. BBRI diburu, sementara BMRI dan BBNI justru dilepas. BBNI tercatat net sell Rp 12,65 miliar pada perdagangan yang sama.
Sektor Energi dan Tambang Ikut Tertekan
Tekanan jual tidak hanya menyasar perbankan. Emiten tambang dan energi seperti TINS, ANTM, MDKA, INCO, AADI, dan NCKL masuk daftar 10 besar net sell. Kombinasi pelemahan di sektor keuangan dan komoditas menjadi pemicu utama turunnya IHSG ke zona merah.
Total net sell asing di seluruh pasar yang mencapai Rp 1,13 triliun jauh lebih besar dibanding pasar reguler yang hanya Rp 259,83 miliar. Selisih ini mengindikasikan tekanan jual juga terjadi di pasar negosiasi dan tunai.
Yang Perlu Dicermati Investor
Bagi investor, derasnya net sell asing di saham-saham blue chip perlu dicermati bersama faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS dan sentimen global. Pelemahan IHSG 1,51% dalam sehari menunjukkan tekanan jual yang cukup dalam, bukan sekadar koreksi teknis biasa.
Posisi BBRI di Rp 3.140 dan BMRI di Rp 4.020 menjadi level yang akan diuji pada sesi berikutnya. Jika net sell asing berlanjut, tekanan ke indeks berpotensi belum berhenti dalam waktu dekat.