GoTo Respons Harga Saham Turun 14% Usai Floor Price BEI Jadi Rp1

Senin, 28 September 2026 | 09:42:01 WIB
Saham GOTO diperdagangkan di Rp43 pada Senin pagi, turun 14% setelah BEI menurunkan batas bawah harga saham menjadi Rp1.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperdagangkan di level Rp43 pada Senin pagi, turun 14% setelah Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas bawah harga saham dari Rp50 menjadi Rp1. Manajemen menegaskan penurunan itu lebih dipicu aspek teknis aturan baru ketimbang fundamental bisnis yang disebut terus menguat. Nilai transaksi saham GOTO tercatat Rp2,5 miliar dengan volume 58,12 juta saham.

Kebijakan baru BEI tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Aturan ini berlaku efektif mulai Senin, 28 September 2026, dan mengubah batas bawah harga saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

BEI juga menyesuaikan ketentuan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) untuk menyesuaikan mekanisme perdagangan dengan rentang harga baru tersebut. Imbasnya, saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 tidak lagi otomatis menempel di harga itu dan bisa bergerak mengikuti mekanisme pasar hingga batas bawah Rp1.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan aturan ini bertujuan memperbaiki likuiditas dan proses penemuan harga saham di pasar.

"(Setelah pemberlakuan efektif) tidak ada lagi harga minimum Rp50. Tujuannya untuk memberikan likuiditas dan price discovery yang lebih baik," kata Jeffrey.

Tekanan IHSG Ikut Warnai Sesi Pagi

Penurunan GOTO terjadi di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 0,51% ke level 6210 pada perdagangan Senin pagi. Pada pukul 09.08 WIB, IHSG tercatat turun 0,5%, sementara saham GOTO diperdagangkan di Rp43 dengan nilai transaksi Rp2,2 miliar dan volume 51,3 juta saham.

Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menilai harga saham perseroan pada hari pertama pemberlakuan kebijakan baru ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat.

"Harga saham hari ini lebih dipengaruhi aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menetapkan harga batas bawah harga saham tidak lagi di Rp50," kata Audrey dalam keterangan resmi.

Laba Dua Kuartal Berturut-turut Jadi Penopang

Dari sisi kinerja, GoTo membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Capaian itu menandai laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih perseroan tercatat Rp5,7 triliun, sedangkan adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Manajemen menyatakan tetap berada di jalur untuk memenuhi panduan EBITDA disesuaikan setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Fokus memperkuat kinerja bisnis dinilai akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.

"Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai panduan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," ujar Audrey.

Pembatalan 32 Miliar Saham Treasury Ditunggu di RUPSLB

Sebagai salah satu komitmen meningkatkan nilai pemegang saham, GoTo berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham treasury. Jumlah itu setara kurang lebih 2,7% dari total saham beredar perseroan.

Rencana pembatalan saham treasury akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 14 Oktober mendatang. Perseroan menyatakan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan aksi korporasi tersebut.

Bagi investor, dua agenda perlu dicermati dalam waktu dekat: pergerakan harga GOTO pasca-penghapusan floor price Rp50 dan hasil RUPSLB terkait pembatalan saham treasury. Kombinasi kinerja laba yang positif dan pengurangan jumlah saham beredar berpotensi memengaruhi valuasi per saham perseroan ke depan.

Terkini