Momnesia pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Menyikapinya

Rabu, 23 September 2026 | 09:03:01 WIB
Ilustrasi ibu hamil yang mengalami kelupaan ringan saat menjalani rutinitas harian.

Banyak ibu hamil mengeluh mendadak jadi pelupa saat mengandung, dari lupa menaruh kunci sampai bingung sendiri kenapa masuk ke suatu ruangan. Kondisi ini punya nama, momnesia, dan penelitian terbaru menemukan penjelasan biologisnya. Simak penyebab hingga cara menyikapinya.

Lupa menaruh kunci, bingung kenapa masuk ke dapur, atau kesulitan mengikuti obrolan panjang. Keluhan semacam ini sering muncul di trimester akhir kehamilan dan membuat banyak ibu merasa kemampuan berpikirnya menurun.

Kabar baiknya, kondisi ini normal dan bersifat sementara. Peneliti bahkan sudah menemukan dasar biologis di baliknya, sehingga ibu hamil tidak perlu panik atau merasa sedang kehilangan kecerdasan.

Apa Itu Momnesia?

Momnesia atau pregnancy brain adalah istilah populer untuk gangguan memori yang dialami perempuan selama kehamilan. Keluhannya beragam, mulai dari sulit fokus, lambat merespons, hingga sering lupa hal-hal kecil.

Sebuah studi dari Baylor College of Medicine bersama lembaga kolaborator berusaha mengidentifikasi sirkuit otak yang terganggu akibat kadar estrogen tinggi berkepanjangan selama kehamilan. Temuan ini disebut sebagai penjelasan biologis pertama tentang bagaimana paparan estrogen dapat sementara mengganggu ingatan.

Peran Estrogen dalam Gangguan Memori

Tim peneliti bekerja dengan model tikus yang dirancang meniru kadar estrogen darah tinggi berkelanjutan seperti saat hamil. Hasilnya, peningkatan estrogen memicu gangguan memori yang bisa pulih kembali.

Menurut penulis senior Dr Zheng Sun, profesor madya kedokteran di bidang endokrinologi, diabetes, dan metabolisme Baylor, efek yang muncul bersifat kognitif spesifik tanpa memengaruhi suasana hati atau motivasi.

"Model-model ini menunjukkan bahwa peningkatan estrogen menyebabkan gangguan memori yang reversibel tanpa memengaruhi suasana hati atau motivasi," kata Sun.

Peneliti menemukan reseptor estrogen alfa sebagai reseptor dominan di hipotalamus lateral, wilayah otak yang punya banyak neuron GABAergik. Neuron ini biasanya mengirim sinyal penenang dan penghambat ke bagian otak lain.

Kadar estrogen tinggi menekan pensinyalan di neuron tersebut sehingga mereka lebih sering aktif. Neuron hipotalamus yang terlalu aktif ini kemudian memproyeksikan langsung ke hipokampus, pusat pembentukan memori.

Bukti pada Ibu Hamil

Untuk memastikan temuan berlaku pada manusia, peneliti menilai kinerja memori perempuan di berbagai tahap kehamilan. Gangguan memori spesifik tugas muncul di kehamilan akhir dan berkorelasi dengan kadar estrogen yang beredar, bahkan setelah memperhitungkan faktor lain yang memengaruhi kognisi.

"Momnesia itu nyata, memiliki dasar biologis yang jelas dan bersifat sementara," ujar penulis senior Dr Xianghua Zhuang, profesor di Second Qilu Hospital of Shandong University.

Penulis senior lain, Dr Xinguo Hou, menambahkan perubahan memori pada tikus dan perempuan bersifat sementara serta spesifik tugas, bukan tanda penurunan kognitif yang lebih luas.

Cara Menyikapi Momnesia Sehari-hari

Karena sifatnya sementara, ibu hamil bisa mengakalinya dengan kebiasaan sederhana. Tulis agenda harian, simpan kunci dan dompet di satu tempat tetap, serta pasang pengingat di ponsel untuk jadwal penting.

Beri ruang untuk istirahat cukup dan kurangi multitugas berat. Tekanan untuk selalu produktif justru memperbesar rasa frustrasi saat lupa hal kecil.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Momnesia umumnya tidak berbahaya. Namun, segera konsultasikan ke dokter bila lupa sampai mengganggu aktivitas dasar, disertai kebingungan berat, atau berlanjut jauh setelah persalinan.

Pemahaman tentang sirkuit otak di balik momnesia membuka peluang dokter memberi saran lebih baik soal efek kognitif kehamilan dan persalinan. Sementara itu, ibu hamil bisa tenang karena kondisi ini bagian normal dari perjalanan mengandung.

Terkini