Kabut Asap Pekat Lagi, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah Hari Ini, Sampai Kapan?

Rabu, 16 September 2026 | 06:39:58 WIB

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Mulai hari ini, Rabu (16/9/2026), siswa jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP sederajat kembali mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menetapkan PJJ selama tiga hari, yakni 16-18 September 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (15/9/2026) siang, kualitas udara Pekanbaru berada pada level yang mengkhawatirkan. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut data BMKG menunjukkan angka 220, sementara pemantauan ISPU berada di angka 243.

“Kondisi hari ini, kualitas udara sangat tidak baik,” kata Agung Nugroho saat menyampaikan keputusan PJJ, Selasa.

Kondisi tersebut membuat pemerintah memilih menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka, terutama untuk melindungi anak-anak dari paparan kabut asap.

Tidak hanya kualitas udara, minimnya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan juga menjadi pertimbangan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan berdasarkan informasi cuaca yang diterima pemerintah, peluang hujan hingga Jumat masih rendah. Karena itu, kegiatan belajar untuk sementara dialihkan dari sekolah ke rumah.

PJJ juga tidak menutup kemungkinan diperpanjang. Pemko Pekanbaru akan kembali mengevaluasi kondisi udara pada Jumat (18/9/2026).

Jika kabut asap masih pekat dan kualitas udara belum membaik, pembelajaran jarak jauh berpotensi dilanjutkan hingga Minggu (20/9/2026).

Pemko meminta sekolah tetap menjalankan proses belajar secara proporsional. Guru diingatkan tidak memberikan tugas berlebihan yang justru menjadi beban tambahan bagi siswa maupun orang tua selama PJJ.

Sementara itu, BMKG mencatat jarak pandang di Pekanbaru bahkan sempat berada di bawah 1.000 meter akibat asap.

Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, balita dan warga yang memiliki penyakit penyerta, juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker serta segera mencari layanan kesehatan jika mengalami keluhan akibat paparan asap.

Pemko Pekanbaru juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menambah sumber asap di tengah kondisi udara yang sudah memburuk. (*)

Terkini