Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, Sekolah Kembali Daring 16-18 September

Selasa, 15 September 2026 | 17:31:19 WIB
Kondisi udara di Pekanbaru yang diselimuti kabut membuat jarak pandang terbatas, gedung-gedung pencakar langit yang terlihat samar dari kejauhan. (ist)

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Kabut asap di Kota Pekanbaru kembali berdampak pada aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD/TK, SD hingga SMP sederajat selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16–18 September 2026.

Kebijakan sekolah daring kembali diberlakukan setelah kualitas udara Pekanbaru memburuk. Pada Selasa (15/9/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat menembus angka 220 dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah, terutama karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan keputusan PJJ juga mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan prakiraan tersebut, hujan yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara belum diprediksi turun di Pekanbaru hingga Jumat.

“Mempertimbangkan prediksi BMKG curah hujan yang belum turun sampai hari Jumat, maka mulai besok melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” kata Abdul Jamal, Selasa (15/9/2026).

PJJ Pekanbaru Berlaku 16-18 September 2026

Penerapan PJJ berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD/TK, SD hingga SMP sederajat yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Selama tiga hari tersebut, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Sekolah dan tenaga pendidik diminta mengoptimalkan media pembelajaran daring agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan siswa dari paparan udara tercemar yang berisiko memicu gangguan saluran pernapasan.

Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah selama kondisi kabut asap Pekanbaru masih pekat.

Kualitas Udara Pekanbaru Terus Dipantau

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara selama masa PJJ.

Jika kondisi udara belum membaik setelah Jumat, pemerintah akan kembali melakukan evaluasi untuk menentukan apakah kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan atau PJJ perlu dilanjutkan.

Sebelum memutuskan sekolah daring, Pemko Pekanbaru juga sempat menyesuaikan jam belajar siswa. Pada Senin (14/9/2026), siswa sekolah negeri maupun swasta dipulangkan lebih cepat pada pukul 12.00 WIB.

Namun, memburuknya kualitas udara membuat pemerintah akhirnya mengambil langkah lebih jauh dengan memberlakukan pembelajaran dari rumah.

ISPU Pekanbaru Capai 220

Angka ISPU 220 menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terlebih jika aktivitas di luar ruangan dilakukan dalam waktu lama.

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak dan memberikan perlindungan lebih terhadap anak-anak selama kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru.

Pemko Pekanbaru akan kembali mengevaluasi kebijakan pembelajaran setelah melihat perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.*/(Dil)

Terkini