Imunisasi Dasar Lengkap Anak: Target 95 Persen Sitaro 2026

Senin, 14 September 2026 | 14:04:02 WIB
Pelaksana Tugas Bupati Sitaro Heronimus Makainas membuka Pelatihan Pengelola Imunisasi Puskesmas se-Kabupaten Sitaro di Hotel Aryaduta Manado, Senin (14/9/2026).

Target itu disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, saat membuka Pelatihan Pengelola Imunisasi Puskesmas se-Kabupaten Sitaro di Hotel Aryaduta Manado, Senin (14/9/2026).

Mengapa 95 Persen Jadi Angka Krusial

Bagi Makainas, imunisasi bukan agenda rutin pelayanan kesehatan. Vaksinasi adalah langkah penting melindungi anak dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

"Imunisasi merupakan salah satu pilar utama dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Keberhasilan program ini dinilai sangat krusial, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Sitaro yang memiliki karakteristik geografis unik," ujar Makainas.

Karakter kepulauan membuat pelayanan kesehatan punya tantangan tersendiri. Petugas tidak cukup melayani di fasilitas kesehatan, tapi harus mampu menjangkau warga yang jauh dari pusat layanan.

636 Tenaga Kesehatan untuk 74.448 Jiwa

Data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan dan BPS mencatat pelayanan kesehatan Sitaro didukung 636 tenaga kesehatan dari berbagai kualifikasi. Mereka melayani sekitar 74.448 jiwa penduduk yang tersebar di wilayah kepulauan.

Jaringan pelayanan primer ditopang sejumlah Puskesmas, dengan sedikitnya 10 Puskesmas berstatus rawat inap. Bagi Makainas, keberadaan tenaga dan jaringan ini harus diikuti pola pelayanan yang lebih aktif.

Terutama agar anak di wilayah terpencil tidak kehilangan hak imunisasi hanya karena jarak, transportasi, atau kondisi geografis.

"Tantangan kita lebih besar. Akses rantai dingin dan jangkauan pelayanan ke berbagai pelosok harus kita pastikan, agar tidak ada anak yang terlewati imunisasi," tegasnya.

Strategi Jemput Bola ke Kampung dan Pulau

Pengelola imunisasi Puskesmas diminta tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Mereka harus aktif mendatangi warga lewat pendekatan jemput bola, termasuk menyasar kampung dan pulau yang sulit dijangkau.

Makainas juga menekankan pentingnya menjaga kualitas vaksin sejak dari tempat penyimpanan hingga diberikan kepada sasaran.

"Di wilayah kepulauan, listrik dan transportasi adalah tantangan. Jaga kualitas vaksin dari gudang sampai ke ujung pelayanan," pesannya.

Seluruh pengelola imunisasi diminta meningkatkan kemampuan teknis. Mulai dari memahami jenis dan jadwal pemberian vaksin, memastikan rantai dingin tetap berjalan, hingga tertib pencatatan dan pelaporan melalui sistem digital kesehatan.

Peran Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat

Selain persoalan teknis, Makainas mendorong keterlibatan pemerintah kampung, kapitalau, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kolaborasi ini penting memperluas edukasi sekaligus menangkal informasi keliru atau hoaks yang bisa menimbulkan keraguan terhadap imunisasi.

"Bapak dan Ibu adalah yang terdepan. Dari tangan Bapak dan Ibu penentuan apakah vaksin sampai dengan aman, tercatat dengan baik, dan diberikan tepat waktu kepada masyarakat," katanya.

Bukan Sekadar Angka dalam Laporan

Pencapaian target 95 persen, kata Makainas, bukan hanya persoalan angka dalam laporan kesehatan. Capaian itu bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap anak Sitaro memperoleh perlindungan kesehatan sejak usia dini.

Seluruh jajaran kesehatan diminta menjadikan target imunisasi sebagai pekerjaan bersama. Pelayanan harus semakin dekat dengan masyarakat dan tidak boleh ada wilayah yang luput dari pendataan maupun pelayanan imunisasi.

"Saya sangat berharap teman-teman sekalian akan menjadi teman saya yang akrab untuk mengurus rakyat, agar rakyat kita dapat terlayani dan menikmati apa yang seharusnya menjadi bagian mereka. Kita sebagai yang dipercayakan oleh Tuhan untuk mengabdi adalah orang-orang yang akan mengurus rakyat," pungkasnya.

Terkini