Panik! 81 Siswa SMK di Kampar Diduga Keracunan MBG, 10 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:31:15 WIB
Puluhan Siswa SMK di Kampar Diduga Keracunan MBG Dilarikan ke Rumah Sakit

SELARASRIAU.COM, KAMPAR – Suasana di SMKN 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, mendadak berubah setelah satu per satu siswa mengeluhkan sakit usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan yang awalnya dialami sejumlah siswa terus bertambah. Ada yang merasa mual, muntah hingga mengalami diare. Kondisi itu membuat pihak sekolah dan orang-orang di sekitar siswa khawatir.

Para pelajar yang mengalami keluhan kemudian dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Puskesmas Tapung Hulu pun sempat dipadati siswa yang datang dengan berbagai keluhan.

Jumlahnya tidak sedikit. Sedikitnya 81 siswa SMKN 1 Tapung Hulu dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dalam kejadian tersebut.

Kepala Puskesmas Tapung Hulu, Nurhaidin mengatakan, sebanyak 71 siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Tapung Hulu. Sedangkan 10 siswa lainnya dirujuk ke rumah sakit di wilayah Tandun.

“Gejala yang dialami para siswa di antaranya mual, muntah dan diare. Sejak Selasa hingga hari ini masih ada siswa yang datang untuk berobat,” kata Nurhaidin, Rabu (19/8/2026).

Petugas kesehatan langsung memberikan penanganan terhadap para siswa yang datang. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan obat, kondisi mereka berangsur membaik.

Nurhaidin memastikan seluruh siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan kini sudah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujarnya.

Meski kondisi para siswa telah membaik, penyebab gangguan kesehatan massal tersebut belum dapat dipastikan.

Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi siswa melalui program MBG. Namun, dugaan itu masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan uji laboratorium.

Berdasarkan informasi dari sejumlah siswa dan guru, makanan MBG tersebut disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan TMK di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu.

Insiden yang membuat puluhan siswa harus mendapatkan pertolongan medis itu langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar.

Wakil Bupati Kampar Misharti yang juga tergabung dalam Satgas MBG turun langsung meninjau kondisi para siswa di Puskesmas Tapung Hulu, Rabu sekitar pukul 10.00 WIB.

Misharti membenarkan adanya puluhan pelajar yang sempat mendapatkan perawatan akibat kejadian tersebut.

“Ada puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan akibat kejadian ini,” kata Misharti.

Selain Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasaat dan pihak BPOM juga turun melakukan penanganan.

Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah diambil untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah makanan menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami puluhan pelajar tersebut sekaligus mencari sumbernya.

Pemerintah Kabupaten Kampar belum ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan keluar.

Misharti menegaskan Satgas akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut. Proses penyediaan hingga penyajian makanan juga akan menjadi bagian dari evaluasi.

Jika dalam pemeriksaan nantinya ditemukan pelanggaran, pemerintah memastikan akan melakukan pembinaan hingga memberikan sanksi sesuai ketentuan.

Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kampar tetap memenuhi standar keamanan serta kesehatan makanan.

Untuk sementara, perhatian utama pemerintah dan tenaga kesehatan diarahkan pada kondisi para siswa. Meski puluhan pelajar sempat mengalami mual, muntah dan diare, seluruh siswa yang mendapatkan perawatan dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing. */(Wyu)

Terkini