SELARASRIAU.COM,DURI — Kegagalan sering kali dianggap sebagai tanda bahwa seseorang tidak mampu. Padahal, dari sebuah kesalahan, seseorang dapat menemukan cara untuk belajar dan menjadi lebih baik.
Cara pandang inilah yang diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Desa Pematang Obo kepada siswa SMP Negeri 9 Bathin Solapan melalui edukasi growth mindset dan fixed mindset, Sabtu (8/8/2026).
Mengusung tema “Belajar, Bertumbuh, dan Tidak Takut Gagal”, kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB selama kurang lebih satu jam dan diikuti 20 siswa-siswi dari berbagai kelas. Kegiatan dirancang untuk mengajak siswa memahami bahwa kemampuan bukan sesuatu yang sepenuhnya tetap, melainkan dapat berkembang melalui proses belajar, usaha, dan keberanian menghadapi tantangan.
Program ini menjadi salah satu kegiatan kerja mahasiswa KKN UIN Suska Riau Desa Pematang Obo. Edukasi dipandu oleh Djul Arif Dermawansyah selaku penanggung jawab sekaligus pemateri.
Djul mengatakan, gagasan kegiatan tersebut berangkat dari keinginannya memberikan bekal kepada siswa agar tetap memiliki semangat untuk berusaha meskipun menghadapi keadaan yang sulit.
“Saya melihat siswa-siswi di sana mempunyai hambatan tersendiri. Dengan itu saya ingin memberikan edukasi seputar ini, agar mereka tetap berjuang walaupun di keadaan yang sulit,” ujarnya.
Alih-alih langsung memberikan materi, kegiatan diawali dengan permainan yang mengajak siswa berhadapan dengan tantangan sederhana. Empat orang siswa diminta maju ke depan kelas untuk menggambar di papan tulis menggunakan tangan kiri.
Tantangan tersebut menjadi cara sederhana untuk memperlihatkan kepada siswa bahwa melakukan sesuatu yang belum terbiasa memang dapat terasa sulit. Namun, kesulitan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba.
Dari permainan tersebut, siswa diarahkan untuk memahami bahwa keberanian mencoba merupakan bagian dari proses belajar. Kesalahan yang muncul selama mencoba bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan dapat menjadi pengalaman untuk melakukan perbaikan.
Materi kemudian dilanjutkan menggunakan presentasi PowerPoint yang diselingi permainan interaktif. Siswa juga diajak mengubah sejumlah contoh kalimat fixed mindset menjadi pernyataan yang mencerminkan growth mindset.
Rangkaian kegiatan semakin interaktif melalui sesi tanya jawab dan pemberian apresiasi berupa hadiah kepada siswa yang berani tampil di depan kelas.
Djul menilai keterlibatan siswa selama kegiatan cukup baik. Hal tersebut terlihat dari keaktifan mereka ketika diberikan pertanyaan.
“Ketika saya bertanya, mereka menjawab saya dengan jelas,” katanya.
Salah seorang peserta, Diva, mendapatkan pemahaman bahwa kesalahan tidak harus menjadi sesuatu yang membuat seseorang berhenti. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pelajaran untuk menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Pemahaman tersebut menjadi salah satu pesan utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan. Siswa tidak dituntut untuk selalu berhasil, tetapi didorong untuk mampu mengevaluasi kesalahan dan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.
Bagi siswa kelas 9, pembelajaran tersebut dinilai semakin relevan karena mereka akan segera meninggalkan jenjang SMP dan melanjutkan pendidikan ke SMA.
Djul menjelaskan, siswa akan menghadapi lingkungan dan persoalan yang berbeda ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, kemampuan untuk mengelola cara berpikir sejak SMP dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan yang lebih besar.
“Saya memberikan edukasi di kelas 9 SMP. Mengapa penting? Karena mereka sebentar lagi akan tamat SMP dan masuk ke SMA. Di SMA pastinya akan ada masalah yang lebih besar daripada di SMP,” jelasnya
Koordinator Desa sekaligus Ketua Kelompok KKN Desa Pematang Obo, M. Duta Ardandi Pratama, memandang kegiatan tersebut bukan sekadar respons terhadap hambatan yang dialami siswa. Menurutnya, edukasi mengenai pola pikir merupakan pembelajaran yang perlu diperkenalkan sejak jenjang SMP.
“Program ini hadir bukan hanya tentang hambatan yang dilalui siswa-siswi, tetapi ini adalah suatu hal yang harus hadir kepada mereka sejak jenjang SMP,” ujar Duta.
Ia menjelaskan, growth mindset berkaitan dengan bagaimana seseorang mengolah pengalaman, menghadapi masalah, mencari solusi, serta membangun prinsip dalam kehidupan.
“Ini berbasis pada pengalaman, bagaimana mereka mengolah masalah menjadi sebuah solusi ke depannya, bagaimana cara mereka mengolah pemikiran mereka, bagaimana mereka membangun prinsip dalam hidup mereka,” lanjutnya.
Menurut Duta, pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan dan semangat baru bagi siswa untuk menghadapi perjalanan pendidikan mereka.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan KKN tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan satu program. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi yang memiliki manfaat berkelanjutan.
“Ini tidak selesai di sini. Mahasiswa dapat mengimplementasikannya dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam perkembangan hidup mereka,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan dukungan dari pihak SMP Negeri 9 Bathin Solapan. Pihak sekolah turut memfasilitasi kegiatan dan memberikan apresiasi terhadap edukasi yang diberikan mahasiswa KKN kepada siswa.
Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan karena pengembangan pola pikir siswa tidak hanya membutuhkan pemahaman dalam satu sesi, tetapi juga perlu diperkuat melalui lingkungan belajar sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap siswa dapat membawa pemahaman tentang growth mindset ke dalam kehidupan mereka, baik ketika belajar, menghadapi tugas, berinteraksi dengan teman, maupun ketika menghadapi kegagalan.
Djul berharap materi yang telah diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan di dalam kelas.
“Saya berharap dari materi yang saya berikan ini bisa diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Pesan yang ingin dibawa oleh mahasiswa KKN Desa Pematang Obo kepada para siswa-siswi sangat sederhana yaitu kesalahan bukan alasan untuk berhenti, kegagalan bukan akhir dari perjalanan, dan proses belajar selalu memberikan ruang untuk bertumbuh.
“Untuk selalu belajar, tumbuh, dan tidak takut gagal!” pesan Djul. (Duta)