Ekspedisi Merah Putih Presisi Resmi Dimulai, Polda Riau Jangkau 17 Desa di Kawasan 3T

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:40:11 WIB
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 dalam apel kesiapan yang berlangsung di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 dalam apel kesiapan yang berlangsung di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar kehadiran negara dapat dirasakan hingga wilayah paling luar. Ekspedisi akan menjangkau 17 desa yang berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Riau dengan membawa berbagai program sosial, lingkungan, dan penguatan kebangsaan.

Dalam amanatnya, Kapolda Riau menegaskan bahwa posisi geografis Riau yang memiliki wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan perbatasan menjadikan daerah ini memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dengan mendengarkan aspirasi warga, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat.

“Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat,” kata Irjen Herry.

Mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan", Kapolda mengatakan ekspedisi ini menjadi wadah memperkuat nilai-nilai persatuan melalui sinergi Polri bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, nelayan, serta berbagai elemen lainnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi persoalan, serta hadir lebih cepat dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan di lapangan.

Selain pelayanan kepada masyarakat, aspek pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut. Melalui konsep Green Policing, Polda Riau akan mendorong restorasi hutan mangrove di wilayah pesisir yang selama ini menghadapi ancaman abrasi.

“Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove. Pesan Bapak Presiden sangat jelas, ketika pohon berkurang maka kita harus menanam kembali. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan generasi hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Kapolda berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, membangkitkan semangat nasionalisme, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan kawasan terluar, serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Ia juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar menjalankan tugas secara profesional, mengutamakan keselamatan, menjaga nama baik institusi, serta menjadi representasi Polri yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto menyampaikan seluruh kesiapan operasional telah dimatangkan sehingga pelaksanaan ekspedisi dapat berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran.

Kegiatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga 17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 desa di kawasan 3T yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Ia menjelaskan, setiap tim akan menjalankan tujuh program utama, yakni penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting, penyerahan sepeda motor untuk Polsek di wilayah terluar, dialog bersama masyarakat, penyaluran bantuan sosial, serta makan bersama sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami ingin memastikan setiap tim tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mereka, memberikan manfaat nyata, serta membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Itulah esensi Ekspedisi Merah Putih Presisi,” demikian Ino.*/(dep)

Terkini