SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Pemerintah mulai mematangkan rencana pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti Panam, Pekanbaru. Selain dirancang untuk mengurai kemacetan di salah satu simpang tersibuk di Kota Pekanbaru, jembatan layang ini juga akan mengusung desain arsitektur bernuansa Melayu yang diharapkan menjadi ikon baru Provinsi Riau.
Visualisasi desain flyover tersebut dipaparkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanis Tulak Todingrara, di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran Pemprov Riau dan instansi terkait saat ekspose Detail Engineering Design (DED), Rabu (22/7/2026).
Dalam paparannya, Yohanis menjelaskan bahwa flyover akan dibangun membentang di Jalan HR Soebrantas, tepat di Simpang Garuda Sakti, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling padat di Pekanbaru.
"Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan," ujar Yohanis.
Ia menjelaskan, proyek tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara teknis, flyover memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar kawasan sekitar 40 meter sesuai Surat Penetapan Lokasi (Penlok) dari Pemerintah Provinsi Riau.
Menurut Yohanis, dimensi tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kendaraan dan perkembangan kawasan di masa mendatang.
Yang menarik, desain flyover tidak hanya mengedepankan fungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga mengangkat identitas budaya daerah. Pada sejumlah bagian jembatan akan dipasang ornamen khas Melayu sehingga tampil lebih menarik dan memiliki ciri khas Riau.
"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," katanya.
Ia berharap kolaborasi dengan budayawan dan berbagai pihak dapat menghasilkan desain yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat maupun para pengguna jalan.
Apabila terealisasi, Flyover Simpang Garuda Sakti Panam akan menjadi flyover kelima di Kota Pekanbaru setelah Flyover Sudirman–Tuanku Tambusai, Sudirman–Imam Munandar, Soekarno Hatta–Tuanku Tambusai, dan Soekarno Hatta–HR Soebrantas.
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik flyover dapat dimulai pada 2027 setelah seluruh tahapan persiapan, termasuk pembebasan lahan, rampung. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat wajah Kota Pekanbaru dengan sentuhan arsitektur Melayu yang menjadi identitas Riau. (Dil)