Kecam Kericuhan di DPRD Riau, FKPMR : Jangan Nodai Rumah Rakyat dengan Adu Jotos

Jumat, 17 Juli 2026 | 12:08:10 WIB

PEKANBARU – Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) mengecam keras kericuhan yang terjadi di lingkungan DPRD Provinsi Riau saat rapat Badan Anggaran (Banggar), Kamis (16/7/2026). 

Insiden yang melibatkan dua kelompok pendukung anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar itu dinilai telah mencoreng marwah lembaga legislatif sebagai rumah rakyat.

Ketua Umum FKPMR, Drs. H. Raja Mambang Mit, menegaskan DPRD seharusnya menjadi tempat menyampaikan aspirasi, bermusyawarah, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan menjadi arena pertikaian.

"DPRD adalah rumah rakyat, tempat bermusyawarah, berdebat gagasan, dan memperjuangkan kepentingan publik, bukan arena perkelahian dan pelampiasan emosi. Jangan nodai rumah rakyat dengan adu jotos. Kembalikan marwah politik beradab di Bumi Melayu Riau," tegas Raja Mambang Mit dalam pernyataan resmi FKPMR.

Menurut FKPMR, insiden tersebut sangat disayangkan karena terjadi di lembaga yang menjadi representasi rakyat. Perbedaan pendapat semestinya diselesaikan melalui musyawarah sesuai falsafah Melayu Riau, bukan dengan tindakan kekerasan.

Melalui pernyataan sikapnya, FKPMR mendesak pimpinan DPRD Riau segera mengevaluasi sistem pengamanan internal, menertibkan akses keluar masuk massa pendukung, serta memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar tata tertib.

FKPMR juga meminta Ketua DPD Partai Golkar Riau dan Ketua Umum DPP Partai Golkar melakukan pembinaan terhadap kader dan simpatisannya agar tidak kembali mencoreng nama baik partai maupun lembaga legislatif.

Selain itu, aparat penegak hukum diminta bertindak tegas apabila ditemukan unsur pidana dalam kericuhan tersebut.

FKPMR berharap peristiwa itu tidak menjadi preseden buruk yang merusak marwah DPRD Riau sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Bermula dari Adu Mulut saat Rapat Banggar

Kericuhan terjadi saat rapat Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau di Ruang Medium DPRD Riau.

Rapat yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB awalnya berlangsung kondusif. Namun suasana memanas ketika Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet terlibat adu mulut dengan Wakil Ketua I DPRD Riau Parisman Ihwan. Keduanya bahkan nyaris terlibat baku hantam sebelum berhasil dilerai.

Karena situasi tidak kondusif, rapat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali setelah salat Zuhur.

Saat rapat kembali berlangsung, kedua kubu diketahui membawa sejumlah pendukung ke Gedung DPRD Riau. Ketegangan kembali terjadi ketika Indra Gunawan Eet memasuki ruang rapat dan kembali terlibat adu mulut dengan Parisman Ihwan.

Tak lama kemudian, pendukung dari kedua belah pihak memenuhi ruang rapat hingga lobi DPRD Riau. Bentrokan pun tidak dapat dihindari. Sejumlah orang terlibat aksi saling pukul, saling maki, hingga melempar berbagai benda yang berada di lokasi. Beberapa anggota DPRD Riau tampak berusaha melerai keributan tersebut.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Roy Noor bersama personel kepolisian datang ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan melakukan penyelidikan.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Sekretariat DPRD Riau maupun anggota DPRD yang terlibat mengenai penyebab pasti kericuhan tersebut. Akibat insiden itu, sejumlah fasilitas di sekitar ruang rapat juga tampak berantakan dengan lantai yang dipenuhi tumpahan minuman dan barang-barang yang berserakan. (***)

Terkini