Detik-detik Abrasi Terjang Sungai Nyiur, 17 Warga Terdampak dan Lima Rumah Ambruk

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:33:24 WIB
Sejumlah rumah warga roboh akibat longsor di Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (14/7/2026).

SELARASRIAU.COM, INHIL – Abrasi kembali mengancam permukiman pesisir Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kali ini, pergerakan tanah menerjang Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (14/7/2026).

Dampaknya cukup parah. Lima rumah warga ambruk. Satu rumah tahfiz ikut rusak. Dermaga apung dan jalan jerambah beton juga terdampak.

Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) atau 17 jiwa terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah mengatakan, abrasi terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, kondisi air laut sedang surut.

Pergerakan tanah kemudian terjadi di kawasan pesisir. Retakan terus meluas dan mendekati permukiman warga.

"Laporan kami terima dari Kepala Desa Sungai Nyiur sekitar pukul 10.00 WIB. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan evakuasi," kata Arliansyah.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil langsung diterjunkan. Petugas membantu warga dan membongkar rumah yang terdampak. Pendataan korban juga dilakukan di lokasi.

"Tim segera menuju lokasi untuk melakukan identifikasi, evakuasi, membantu pembongkaran rumah yang terdampak, serta mendata warga yang menjadi korban abrasi," ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, lima rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, satu rumah tahfiz dan satu dermaga apung turut ambruk.

Abrasi juga merusak jalan jerambah beton sepanjang sekitar 100 meter. Satu fasilitas umum berupa sumur bor ikut terdampak.

Warga yang kehilangan tempat tinggal kini mengungsi. Mereka sementara tinggal di rumah keluarga terdekat.

"Tim kita masih di lokasi melakukan pendataan dan evakuasi. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk penanganan lebih lanjut," jelas Arliansyah.

Saat ini, para korban membutuhkan bantuan mendesak. Di antaranya peralatan dapur, sembako, perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi.

Al-Quran juga dibutuhkan untuk mengganti perlengkapan yang rusak di rumah tahfiz.

BPBD Inhil masih memantau kondisi di lokasi. Warga pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan tanah, terutama saat terjadi perubahan kondisi pasang dan surut air laut. (***)

Terkini