Logo Resmi Pacu Jalur Tradisional 2026 Diumumkan, Karya Desainer Surabaya Jadi Pemenang

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:11:12 WIB
Logo Pacu Jalur Tradisional 2026.

KUANSNG  – Panitia Pacu Jalur Tradisional 2026 resmi mengumumkan pemenang sayembara desain logo untuk festival budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dari 78 peserta yang mengikuti kompetisi, karya Melchias Ari Setiadji, desainer asal Surabaya, ditetapkan sebagai logo resmi Pacu Jalur Tradisional 2026.

Atas karyanya tersebut, Melchias berhak menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp3 juta.

Ketua Panitia Pacu Jalur Tradisional 2026, Andi Cahyadi, mengatakan dewan juri telah menyelesaikan proses penilaian dan menetapkan desain karya Melchias sebagai pemenang.

"Dewan hakim sudah memutuskan dan menetapkan kalau pemenang sayembara desain Logo Pacu Jalur Tradisional 2026 dimenangkan oleh Melchias Ari Setiadji, desainer asal Surabaya," kata Andi Cahyadi, Kamis (9/7/2026).

Logo tersebut mengusung tema "Budaya Lestari, Ekonomi Berseri". Desainnya dinilai mampu menggambarkan kekayaan budaya, semangat masyarakat, sekaligus identitas Pacu Jalur sebagai tradisi yang telah mendunia.

Pada logo itu, sosok tukang tari di ujung perahu menjadi simbol semangat dan kemajuan masyarakat Kuansing. Tangan yang menggenggam padi melambangkan harapan akan kesejahteraan.

Sementara itu, figur para pendayung merepresentasikan semangat kebersamaan, solidaritas, dan sportivitas yang menjadi ciri khas perlombaan Pacu Jalur. Perpaduan warna oranye, kuning, dan hijau memperkuat nuansa budaya Melayu.

Elemen Sungai Kuantan juga menjadi bagian penting dalam desain. Sungai tersebut tidak hanya menjadi lintasan utama Pacu Jalur, tetapi juga menjadi sumber kehidupan masyarakat serta penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Selain itu, terdapat tudung kepala khas Kuansing yang melambangkan peran pemerintah daerah sebagai penggerak dan penjaga kelestarian festival Pacu Jalur agar terus berkembang dan dikenal hingga tingkat internasional.

Desain logo juga dilengkapi dengan gambar pohon kelapa yang memiliki makna keberanian, semangat berjuang meraih prestasi, serta menggambarkan kekayaan alam Kuansing yang subur.

Tak ketinggalan, motif selembayung hadir sebagai simbol pelestarian budaya dan kearifan lokal. Ornamen tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata Kuansing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di bagian ujung logo yang membulat terdapat simbol Tukang Gelek, penabuh irama yang menjadi bagian penting dalam perlombaan Pacu Jalur.

Dengan ditetapkannya logo resmi ini, panitia berharap identitas visual Pacu Jalur Tradisional 2026 semakin memperkuat promosi festival budaya kebanggaan Kuansing, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan untuk menyaksikan salah satu tradisi perahu panjang paling legendaris di Indonesia. (***)

Terkini