Nelayan di Rohil Selamat dari Terkaman Buaya Saat Pasang Pukat, Alami Luka Gigitan di Punggung

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:53:32 WIB
Buaya. (Foto: Steward Masweneng/Pexels)

ROHIL – Seorang nelayan bernama Abdul Azis (43), warga RT 004/RW 002 Dusun Harapan Jadi, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, selamat setelah diterkam seekor buaya saat memasang pukat pantai di perairan Sungai Manasib.

Korban mengalami luka gigitan di bagian punggung usai berjuang melepaskan diri dari terkaman predator tersebut.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni melalui Kasi Humas Polres Rokan Hilir Ipda Didi Sofyan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di perairan Kuala Jabon, Sungai Manasib.

Saat itu, Abdul Azis yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan sedang memasang pukat pantai seorang diri. Ketika berada di dalam air dengan kedalaman sekitar sepinggang, korban tidak menyadari seekor buaya telah mengintainya.

"Tiba-tiba buaya tersebut menerkam dan menyeret korban ke dalam air. Korban sempat melakukan perlawanan dengan cara tarik-menarik melawan buaya hingga akhirnya berhasil melepaskan diri dari terkaman hewan tersebut," terang Ipda Didi Sofyan, Selasa (7/7/2026).

Berhasil lolos dari maut, Abdul Azis langsung berlari menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan bantuan dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan pada bagian punggung. Setelah mendapatkan penanganan awal, Abdul Azis kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Menyusul kejadian tersebut, Polres Rokan Hilir mengimbau masyarakat, terutama para nelayan dan warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai maupun kawasan perairan yang menjadi habitat buaya, agar selalu meningkatkan kewaspadaan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas seorang diri di lokasi yang berpotensi menjadi habitat satwa liar, guna mengurangi risiko terjadinya serangan buaya. (***)

Terkini