PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri atau kendala ekonomi keluarga. Untuk itu, Pemprov Riau membuka sebanyak 2.179 kursi gratis di 44 SMA dan SMK swasta melalui jalur afirmasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak dan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh generasi muda mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Pemerintah Provinsi Riau hadir untuk memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Melalui jalur afirmasi di sekolah swasta, kita buka ruang seluas-luasnya bagi anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa sekolah,” kata SF Hariyanto.
Program afirmasi ini diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta siswa yang belum berhasil diterima pada pilihan terakhir di sekolah negeri. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menekan angka putus sekolah di Riau.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2025, masih terdapat lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK karena alasan ekonomi. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemprov Riau agar tidak ada lagi anak yang terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan biaya.
Karena itu, SF Hariyanto mengajak sekolah swasta untuk turut mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Saya minta sekolah swasta tidak hanya berorientasi bisnis. Ayo kita sama-sama tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa. Jalur afirmasi ini bentuk nyata gotong royong dunia pendidikan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sekolah yang berpartisipasi dalam program tersebut, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan akan mengalokasikan tambahan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi sekolah swasta penerima siswa jalur afirmasi.
Bantuan itu akan diberikan selama tiga tahun masa pendidikan siswa. Dengan demikian, peserta didik yang diterima melalui jalur afirmasi dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah.
“Kita berikan bantuan pendidikan melalui BOSDA selama tiga tahun pendidikan calon siswa tersebut. Jadi tak ada lagi angka putus sekolah, semua anak di Riau bisa mendapatkan pendidikan yang setara, sekaligus menyukseskan program Prioritas Nasional Wajib Belajar 13 Tahun,” ujarnya.
Secara keseluruhan, daya tampung jalur afirmasi di sekolah swasta mencapai 2.179 siswa, terdiri dari 424 kursi SMA dan 1.755 kursi SMK yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau.
Daftar SMA Swasta Jalur Afirmasi (424 Kursi)
1. SMA Advent Pekanbaru – 40 siswa
2. SMA Plus Bina Bangsa – 30 siswa
3. SMA Handayani – 30 siswa
4. SMA PGRI Pekanbaru – 10 siswa
5. SMA Plus Terpadu – 100 siswa
6. SMA Smart Indonesia – 40 siswa
7. SMA Setia Dharma – 10 siswa
8. SMA Lancang Kuning Dumai – 30 siswa
9. SMA Advent Pasir Putih Kampar – 60 siswa
10. SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir – 29 siswa
11. SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu – 35 siswa
12. SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu – 10 siswa
Daftar SMK Swasta Jalur Afirmasi (1.755 Kursi)
1. SMK Bina Profesi Pekanbaru – 150 siswa
2. SMK 5 Agustus Pekanbaru – 80 siswa
3. SMK Yabri Terpadu – 50 siswa
4. SMK Dwi Sejahtera – 30 siswa
5. SMK Tunas Karya Pekanbaru – 20 siswa
6. SMK PGRI Pekanbaru – 10 siswa
7. SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru – 25 siswa
8. SMK Kansai Pekanbaru – 250 siswa
9. SMK Keuangan Pekanbaru – 100 siswa
10. SMK Akbar Pekanbaru – 100 siswa
11. SMK Migas Teknologi Pekanbaru – 40 siswa
12. SMK Migas Bumi Melayu Riau – 90 siswa
13. SMK Dirgantara Riau – 80 siswa
14. SMK Teknologi Riau – 10 siswa
15. SMK Plus Terpadu – 100 siswa
16. SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru – 50 siswa
17. SMK Setia Dharma – 10 siswa
18. SMK Siantika Pekanbaru – 50 siswa
19. SMK IT Al Hisa – 50 siswa
20. SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru – 25 siswa
21. SMK YKWI Pekanbaru – 30 siswa
22. SMK Multi Mekanik Makmur Pekanbaru – 30 siswa
23. SMK Telkom Pekanbaru – 10 siswa
24. SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru – 5 siswa
25. SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru – 14 siswa
26. SMK 1 Perbankan Duri – 75 siswa
27. SMK Korpri Duri – 100 siswa
28. SMK Global Cendekia Kampar – 20 siswa
29. SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir – 60 siswa
30. SMK Farmasi Ikasari Dumai – 36 siswa
Program afirmasi ini diharapkan menjadi solusi bagi lulusan SMP yang belum tertampung di sekolah negeri sekaligus menjadi jaring pengaman agar tidak ada lagi anak di Riau yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi maupun keterbatasan kuota sekolah.