JAKARTA – Timnas Indonesia menuai hasil positif pada FIFA Matchday Juni 2026. Dua kemenangan beruntun yang diraih skuad Garuda tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi juga mendongkrak posisi Indonesia dalam ranking FIFA.
Setelah sukses mengalahkan Oman dan Mozambik, Timnas Indonesia kini naik ke peringkat 118 dunia dengan koleksi 1.157,14 poin.
Kemenangan pertama diraih saat Indonesia menaklukkan Oman dengan skor telak 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Juni 2026. Tiga gol kemenangan Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Hasil tersebut membuat Indonesia memperoleh tambahan 5,69 poin FIFA dan sempat melonjak dari posisi 122 ke peringkat 118 dunia.
Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama setelah kemenangan Sierra Leone atas Liberia membuat Indonesia turun satu tingkat ke posisi 119.
Empat hari kemudian, skuad asuhan Indonesia kembali menunjukkan performa impresif saat menghadapi Mozambik. Gol tunggal Ole Romeny memastikan kemenangan 1-0 sekaligus memberikan tambahan 5,69 poin lagi bagi Indonesia.
Tambahan poin tersebut membuat Timnas Indonesia kembali naik ke posisi 118 ranking FIFA.
Peluang Indonesia untuk terus memperbaiki posisi masih terbuka lebar. Pasalnya, selisih poin dengan dua negara yang berada tepat di atas Indonesia sangat tipis.
Gambia yang menempati posisi 116 dunia mengoleksi 1.159,64 poin, sementara Sudan di peringkat 117 mengumpulkan 1.157,22 poin. Dengan selisih yang sangat kecil, Timnas Indonesia berpeluang menyalip keduanya pada agenda internasional berikutnya apabila mampu mempertahankan tren positif.
Di sisi lain, kekalahan dari Indonesia berdampak pada posisi Mozambik. Tim berjuluk Os Mambas itu harus turun dua tingkat dan kini menempati peringkat 103 dunia.
Hasil FIFA Matchday Juni 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan Timnas Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan performa di level internasional. Konsistensi meraih hasil positif akan menjadi kunci bagi skuad Garuda untuk terus memperbaiki posisi di ranking FIFA sekaligus meningkatkan daya saing di kawasan Asia maupun dunia. (***)