BEM Unri Gelar Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”, Soroti Isu Masyarakat Adat Papua

Senin, 11 Mei 2026 | 10:04:57 WIB
Suasana Nonton Bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di lingkungan kampus Universitas Riau, Minggu (10/5/2026) malam.

PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri) menggelar diskusi dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di lingkungan kampus Universitas Riau, Minggu (10/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan masyarakat umum yang antusias menyaksikan pemutaran film sekaligus berdiskusi mengenai kondisi masyarakat adat di Papua.

Film Pesta Babi merupakan dokumenter kolaborasi Watchdoc dan Jubi Media yang mengangkat isu krisis ekologis, kemanusiaan, serta dugaan perampasan tanah adat di Papua. Film karya Dandhy Laksono bersama tim itu menyoroti perjuangan masyarakat adat di Papua bagian selatan dalam mempertahankan hutan dan tanah leluhur mereka dari berbagai proyek pembangunan.

Presiden Mahasiswa Unri, Muhammad Azhari, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua.

“Ini bentuk kesadaran kolektif mahasiswa untuk terus berada di garis perjuangan dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, khususnya terhadap masyarakat adat Papua yang saat ini menghadapi berbagai bentuk eksploitasi, baik ruang hidup, adat istiadat, maupun sumber penghidupan mereka,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat Papua serta mendorong kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.

Menurut Azhari, selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara, tidak ada intervensi ataupun gangguan dari pihak manapun.

“Mulai dari persiapan hingga kegiatan berlangsung malam ini, tidak ada intervensi maupun gangguan,” katanya.

Ia menambahkan, BEM Unri akan terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Papua, untuk mengikuti perkembangan kondisi di wilayah tersebut.

“Kami tergabung dalam Aliansi BEM se-Indonesia, termasuk kampus-kampus di Papua. Komunikasi dengan mahasiswa Papua terus kami bangun untuk memantau perkembangan di sana,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Himpunan Mahasiswa Papua Riau (Himapari) Unri, Yonius, menilai film Pesta Babi memberikan gambaran nyata tentang kondisi masyarakat adat Papua yang menghadapi persoalan perampasan ruang hidup dan penggusuran lahan.

“Film ini membuka kesadaran banyak orang untuk melihat Papua secara lebih utuh, bukan hanya dari narasi yang berkembang di media, tetapi dari kenyataan yang dirasakan langsung masyarakat adat,” ujarnya.

Yonius juga menyoroti masih adanya masyarakat adat yang harus meninggalkan tanah mereka akibat konflik dan proyek pembangunan yang berlangsung di Papua.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah agar hak-hak masyarakat adat tetap terlindungi. (****)

Terkini