Riau Siap Jadi Pusat Integrasi Sawit dan Peternakan, Bidik Percontohan Nasional hingga Global

Rabu, 08 April 2026 | 13:21:03 WIB

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan sektor perkebunan dan peternakan melalui konsep Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA). Strategi ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri yang berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Riau siap mengambil peran lebih besar dalam implementasi sistem terintegrasi tersebut. Bahkan, daerah ini diyakini berpeluang menjadi percontohan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Dengan potensi yang dimiliki, Pemerintah Provinsi Riau siap menjadi laboratorium implementasi SISKA. Selain itu, kami juga membuka ruang kolaborasi riset dan investasi, serta menjadi tempat pengembangan hilirisasi sawit yang terintegrasi dengan sektor peternakan,” ujarnya saat kegiatan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, skema yang ditawarkan Pemprov Riau berfokus pada optimalisasi pemanfaatan lahan perkebunan melalui integrasi dengan aktivitas peternakan. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta efisiensi sekaligus nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

“Kami mengajukan skema pemanfaatan penataan perkebunan yang terintegrasi dengan peternakan. Harapannya, ini dapat menjadi model terbaik dalam pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrial menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan SISKA secara optimal. Kolaborasi tersebut mencakup kerja sama di bidang riset, penerapan teknologi, hingga dukungan investasi dari berbagai pihak, baik nasional maupun global.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, Riau dapat berkembang menjadi pusat integrasi agroindustri sekaligus hub investasi berbasis sawit dan pangan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Riau juga membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan hilirisasi sawit dan integrasi peternakan sapi.

Syahrial Abdi pun secara terbuka mengundang investor dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal di Riau, khususnya pada sektor industri berbasis sawit yang terintegrasi dengan peternakan.

“Kami mengundang seluruh pihak untuk berinvestasi di Riau, membangun industri hilir sawit, mengembangkan integrasi sapi dan sawit, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Riau tidak hanya memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil sawit, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat agroindustri terintegrasi yang berdaya saing tinggi di masa depan. (***)

Terkini