Teror Harimau Sumatera di Mempura, Warga Benteng Hulu Diliputi Cemas, Ternak Hilang dan Aktivitas Terganggu

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:42:13 WIB

SIAK – Teror kemunculan si belang di di dekat pemukiman membuat warga di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau diliputi rasa cemas.

Seekor harimau Sumatera dilaporkan berkeliaran di sekitar permukiman. Keberadaan satwa dilindungi tersebut bahkan sempat terekam kamera CCTV milik warga, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat.

Hingga kini, harimau tersebut belum berhasil ditangkap maupun dipastikan sudah meninggalkan wilayah kampung. Kondisi ini membuat warga diliputi rasa was-was, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika bekerja di kebun.

Salah seorang warga, Masruri, mengaku ketakutan masyarakat semakin meningkat sejak kemunculan harimau tersebut. Bahkan, ia harus merelakan dua ekor kambing ternaknya hilang yang diduga dimangsa harimau.

“Kami sangat resah dan takut. Tetangga juga merasakan hal yang sama. Banyak warga jadi takut pergi ke kebun untuk memanen. Saya sendiri juga was-was kalau harus mencari rumput untuk pakan ternak,” ujarnya.

Sejak kehilangan ternaknya, Masruri mengaku bersama keluarga semakin khawatir untuk keluar rumah, terutama pada jam rawan antara pukul 18.00 WIB hingga 08.00 WIB. Ia bahkan terpaksa berjaga pada malam hari karena takut harimau kembali muncul di sekitar rumahnya.

Masruri mengatakan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke pemerintah kecamatan serta instansi terkait, seperti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, TNI, dan kepolisian. Petugas juga telah turun ke lokasi dan memasang kamera trap untuk memantau pergerakan satwa tersebut.

“Petugas memang sudah memasang kamera trap, tapi baru sebatas pemantauan. Belum ada upaya penangkapan atau pemindahan harimau ke habitatnya,” ungkapnya.

Kemunculan harimau kembali terjadi ketika satwa tersebut terekam CCTV di rumah warga bernama Dewi Rahayu pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam rekaman tersebut, harimau terlihat memasuki pekarangan belakang rumahnya.

Dewi mengaku sejak kejadian itu dirinya dan keluarga semakin takut beraktivitas di malam hari. Apalagi, kamar mandi dan toilet rumahnya berada di luar bangunan utama, berdekatan dengan kandang angsa di bagian belakang rumah.

“Kami jadi takut keluar malam. Kamar mandi dan toilet ada di luar rumah, dekat kandang angsa. Jadi makin khawatir,” katanya.

Ia berharap pihak berwenang segera mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi harimau tersebut agar tidak membahayakan keselamatan warga.

Sementara itu, Kepala BPBD Siak, Novendra Kasmara, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BBKSDA Riau yang memiliki kewenangan dalam penanganan satwa dilindungi. BPBD bersama aparat terkait juga telah turun langsung ke lokasi untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBKSDA. Penanganan satwa dilindungi memang menjadi kewenangan mereka. Kami bersama aparat turun ke lokasi untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, sambil menunggu langkah lanjutan dari BBKSDA,” jelasnya. (***)

Terkini