MENJELANG sore, suasana Bundaran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, perlahan berubah. Matahari mulai turun, cahaya keemasan memantul di permukaan Tugu Bono yang berdiri kokoh di tengah bundaran.
Satu per satu warga berdatangan—ada yang sekadar melintas, ada yang sengaja berhenti. Motor dan mobil diparkir rapi di sekitar kawasan, anak-anak berlarian, sementara muda-mudi sibuk mengabadikan momen.
Saat malam tiba, kawasan ini justru makin hidup. Lampu-lampu kota menyala, tugu tampak semakin ikonik, dan Bundaran Bhakti Praja menjelma menjadi ruang publik favorit warga Pangkalan Kerinci.
Sebagai penulis pariwisata yang gemar traveling, saya melihat Tugu Bono bukan sekadar monumen, tetapi titik kumpul baru yang memberi denyut kehidupan pada kota.
Setiap sore hingga malam, tempat ini ramai oleh warga lokal, komunitas, hingga pendatang yang singgah. Suasananya santai, terbuka, dan ramah—cocok untuk jalan santai, nongkrong ringan, atau sekadar menikmati wajah kota Pelalawan dari dekat.
Surga Kuliner di Sekitar Tugu Bono
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah kuliner di sekitarnya. Tak perlu berjalan jauh, di radius beberapa ratus meter dari bundaran, berjejer pedagang dan tempat makan yang mulai buka sejak sore hingga larut malam.
Pengunjung bisa dengan mudah menemukan aneka kuliner kaki lima hingga kedai lokal favorit:
- aneka gorengan dan camilan sore, bakso, mie ayam, dan mie goreng,
- sate, nasi goreng, dan ayam bakar,
- minuman segar, kopi, hingga jajanan kekinian.
Aroma makanan yang bercampur dengan udara sore membuat siapa pun betah berlama-lama. Banyak warga datang bukan hanya untuk melihat tugu, tapi juga sekalian wisata rasa, menjadikan kawasan ini hidup hingga malam hari.
Ikon Kota, Ruang Santai, dan Spot Foto
Di malam hari, Tugu Bono tampil semakin memesona. Siluet peselancar di tengah lingkaran besar dengan ornamen ombak terlihat dramatis di bawah sorot lampu. Tak heran, lokasi ini menjadi spot foto favorit, baik untuk konten media sosial maupun sekadar kenang-kenangan saat berkunjung ke Pangkalan Kerinci.
Dengan rencana pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitarnya, kawasan Bundaran Bhakti Praja semakin lengkap sebagai destinasi wisata kota yang ramah keluarga.
Rute Menuju Tugu Bono
Dari Kota Pangkalan Kerinci
Tugu Bono berada di pusat kota, tepatnya di Bundaran Bhakti Praja, kawasan perkantoran Pemkab Pelalawan.
Dari pusat Kota Pangkalan Kerinci:
- Jarak tempuh: ±2–5 kilometer (tergantung titik awal)
- Waktu perjalanan: sekitar 5–10 menit
- Bisa ditempuh dengan sepeda motor, mobil, maupun ojek online
Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di jalur utama kota.
Dari Kota Pekanbaru (Ibu Kota Provinsi Riau)
- Perjalanan dari Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci tergolong nyaman dan cukup lancar.
- Rute umum: Pekanbaru – Jalan Lintas Timur – Pangkalan Kerinci
- Jarak tempuh: sekitar 60–70 kilometer
- Waktu perjalanan: ±1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas
Akses jalan: mayoritas beraspal baik dan mudah dilalui kendaraan pribadi maupun travel
Sesampainya di Pangkalan Kerinci, arahkan kendaraan ke kawasan Komplek Perkantoran Bhakti Praja, dan Tugu Bono akan langsung terlihat di tengah bundaran besar.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pelalawan, Tugu Bono adalah destinasi yang pas untuk menghabiskan waktu sore dan malam.
Datanglah menjelang senja, nikmati suasana kota, cicipi kuliner lokal, lalu abadikan momen di depan ikon kebanggaan Pelalawan ini. Sederhana, hangat, dan berkesan—seperti karakter kota Pangkalan Kerinci itu sendiri. *** (mra)