Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah: Magnet Wisata Baru di Siak dengan Lift Kaca Panoramik

Kamis, 20 November 2025 | 09:14:40 WIB

SIAK - Sejak beroperasi untuk umum pada 20 Oktober 2023, Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) di Siak Sri Indrapura, Riau, tidak hanya menawarkan fungsi sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi magnet wisata baru yang memikat wisatawan. Menempel pada tiang lengkung jembatan, lift kaca transparan ini bergerak naik-turun setinggi 73 meter, membawa pengunjung menuju puncak menara jembatan yang menjadi salah satu yang termegah di Riau. Lift ini bukan hanya alat transportasi vertikal biasa, melainkan juga sebuah atraksi wisata yang memberikan sensasi luar biasa—sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang mencobanya.

Sensasi Naik Lift Kaca

Dari bawah, lift ini tampak seperti kapsul kaca mungil yang merayap perlahan mengikuti rel baja yang melengkung. Begitu pintu kabin tertutup dan lift mulai bergerak, para penumpang disuguhkan pemandangan menakjubkan. Sungai Siak yang mengalir tenang, kapal tongkang yang perlahan bergerak, hingga hamparan hijau kota Siak menyambut setiap pengunjung dengan keindahannya. Sensasi berada di dalam lift kaca ini cukup memacu adrenalin, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali mencobanya.

Yeni, seorang wisatawan asal Bangkinang, mengungkapkan rasa takjubnya saat pertama kali naik lift ini. "Tiket Rp30 ribu sepadan dengan pengalaman luar biasa ini," katanya. Begitu kabin mencapai puncak, Yeni merasa seperti melayang di atas langit. Namun, tak selalu pemandangan sempurna. Kabut tipis akibat asap kebakaran hutan sempat membatasi pandangan. Meski demikian, pengalaman itu tetap meninggalkan kesan mendalam baginya.

Mengatasi Fobia di Ketinggian

Sensasi yang lebih mendalam dialami Gusti Nirwanda, pelancong asal Binjai, Sumatera Utara, yang mengaku memiliki fobia ketinggian. "Astaga, saya fobia ketinggian, Bang," ujar Gusti saat berada di dalam kabin. Meskipun demikian, ia tetap nekat mencoba dan merasa puas ketika akhirnya sampai di puncak. "Ini luar biasa, gak sia-sia naik ke sini," katanya dengan senyum lega. Pengalaman ini menunjukkan betapa Jembatan TASL bukan hanya sekadar objek wisata biasa, tetapi juga mampu menantang rasa takut pengunjung dan memberikan pengalaman yang sangat berkesan.

Jembatan TASL: Lebih dari Sekadar Fungsi Transportasi

Kehadiran lift panoramik ini semakin memperkokoh posisi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah sebagai ikon Kota Siak. Dibangun pada 2002 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007, jembatan sepanjang 1,2 kilometer ini dulunya hanya berfungsi sebagai jalur penghubung transportasi. Kini, dengan adanya menara panoramik dan lift luar ruang yang menempel pada tiang pylon jembatan, TASL menjadi satu-satunya jembatan di Indonesia yang menawarkan sensasi menikmati kota dari ketinggian.

Pada 2024, rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) diberikan kepada Siak atas pencapaian luar biasa ini—menjadi jembatan pertama di Indonesia yang memiliki lift penumpang luar ruang yang menempel pada pylon jembatan. Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada Bupati Siak di ruang terbuka hijau bawah jembatan, menandai pentingnya kontribusi ini dalam dunia pariwisata Indonesia.

Wisata Siak yang Semakin Dikenal

Kehadiran lift ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Siak untuk menjadikan kota ini sebagai destinasi wisata yang semakin dikenal. Yance Pasyah, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Siak, menyebut lift ini sebagai "magnet wisata baru" yang harus dicoba oleh setiap wisatawan yang datang. Dengan tiket yang sangat terjangkau—Rp30 ribu untuk dewasa dan Rp20 ribu untuk anak-anak—wisatawan bisa menikmati sensasi naik ke puncak menara jembatan yang kini menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Siak. "Kalau sudah ke Siak tapi belum naik lift, rasanya belum afdal," ujar Yance, menegaskan betapa pentingnya atraksi ini dalam menarik minat wisatawan.

Di sekitar jembatan, kawasan pylon juga telah dikembangkan menjadi ruang publik. Ada taman Siak Lawo yang sering dipadati pengunjung, serta berbagai coffee shop yang menyediakan tempat bersantai sambil menunggu giliran naik lift. Ini menjadikan kawasan sekitar jembatan tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang rekreasi yang menyenangkan bagi warga dan wisatawan.

Dari Kota Kerajaan Menjadi Kota Wisata

Bagi banyak wisatawan, termasuk Gusti Nirwanda, pengalaman menikmati pemandangan dari atas menara Jembatan TASL adalah kenangan yang sulit dilupakan. Dua hari yang dihabiskan di Siak, mengunjungi berbagai tempat seperti Istana Asserayah Alhasyimiyah, Skywalk Tengku Buwang Asmara, taman kota, hingga menara jembatan, semuanya memberikan kesan yang mendalam. "Worth it semua. Makanan murah, tiket masuk terjangkau, dan orang-orangnya ramah," kata Gusti, menambahkan bahwa Siak memiliki daya tarik yang sangat khas.

Dengan adanya lift panoramik dan berbagai fasilitas wisata lainnya, Siak kini tengah memoles diri menjadi kota wisata yang tak hanya mengandalkan warisan sejarahnya, tetapi juga keindahan alam dan inovasi dalam bidang pariwisata. Lift kaca yang membawa pengunjung dari tepian sungai ke ketinggian menara jembatan ini menjadi simbol transformasi Siak, mengangkat citranya dari kebanggaan masa lalu menuju daya tarik modern yang menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Naik-turun setinggi 73 meter, lift ini membawa lebih dari sekadar tubuh para penumpangnya; ia mengangkat citra Siak—dari tepian sungai menuju langit yang lebih tinggi. (***)

Terkini