G-Shock Rilis Jam Tangan Analog Seri 2500, Tantang Dominasi Smartwatch

Ahad, 08 November 2026 | 14:43:31 WIB
G-Shock memperkenalkan seri 2500, jam tangan analog tanpa display digital, dalam peluncuran di Carlton Hotel, Singapura, Sabtu (7/11/2026).

G-Shock memperkenalkan seri 2500, jam tangan analog tanpa display digital yang menyasar pengguna yang ingin kembali ke cara membaca waktu konvensional. Peluncuran berlangsung di Carlton Hotel, Singapura, Sabtu (7/11/2026), dengan tiga varian: GAC-2500, GMC-2500, dan GMC-2500D. Langkah ini menegaskan posisi jam tangan sebagai ekspresi gaya hidup, bukan sekadar penunjuk waktu.

Di tengah gempuran smartwatch yang makin canggih, G-Shock justru mengambil arah berlawanan dengan merilis seri 2500. Jam tangan analog tanpa display digital itu dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi membaca waktu di tengah gaya hidup yang serba cepat.

Peluncuran berlangsung di Carlton Hotel, Singapura, Sabtu (7/11/2026). G-Shock menghadirkan tiga varian sekaligus: GAC-2500, GMC-2500, dan GMC-2500D.

Mengapa G-Shock Pilih Jalur Analog

Kevin Tan, CSEA Timepiece Marketing Manager G-Shock, menjelaskan bahwa seri 2500 menempatkan jarum detik sebagai elemen utama. Posisinya dinilai instan untuk mengetahui seberapa cepat waktu berlalu dan tersisa.

"Posisinya instan untuk mengetahui seberapa cepat waktu berlalu dan tersisa. Hal itu menciptakan pengalaman yang relevan di zaman ini karena teknologi sangat terintegrasi dengan kehidupan sehari-sehari. Selagi memenuhi permintaan pasar, kami ingin terus berevolusi untuk mengembalikan tradisi membaca jam yang fundamental," kata Kevin Tan dalam konferensi pers di Carlton Hotel, Singapura, Sabtu (7/11/2026).

Peran Jam Tangan di Era Smartphone

Tomohiro Yuasa, Global Timepiece R&D Planning G-Shock, menyoroti pergeseran fungsi jam tangan. Kehadiran smartphone dan smartwatch di saat yang sama membuat jam tangan kini menjadi cara mengekspresikan individualitas dan gaya hidup.

"Kami juga menyadari kehadiran smartphone dan smartwatch di saat yang sama kini jam tangan telah menjadi cara untuk mengekspresikan individualitas dan gaya hidup selagi jam punya berbagai peran," jelas Tomohiro Yuasa.

Karena itu, seri 2500 tidak dirancang untuk bersaing menambah fitur canggih dengan kompetitor. G-Shock justru menonjolkan ketangguhan atau toughness sebagai nilai jual utama.

"Karena jam tangan punya banyak peran, yang kami tawarkan bukan hanya menambah desain dan fitur tapi 'toughness'. Peran kami juga berevolusi dalam hal desain dan material untuk jam tangan bisa dipakai di keseharian selayaknya busana. Kami ingin nilai G-SHOCK bisa mendukung pengguna dalam tantangan-tantangan mereka dan jadi teman hidup," tambah Tomohiro Yuasa.

Tiga Varian Seri 2500

Koleksi 2500 hadir dalam tiga pilihan yang dibedakan dari material dan tampilan. Masing-masing menyasar preferensi gaya yang berbeda.

GAC-2500 memakai resin penuh, mengutamakan fungsi dan fleksibilitas untuk pemakaian sehari-hari. GMC-2500 menambahkan aksen logam untuk tampilan lebih premium. Adapun GMC-2500D dilengkapi bracelet logam yang elegan.

Posisi di Pasar Jam Tangan Indonesia

Langkah G-Shock ini masuk ke segmen yang tetap tumbuh di Indonesia, terutama di kalangan pengguna muda yang memakai jam tangan sebagai pelengkap gaya. Seri 2500 diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti smartwatch atau ponsel.

G-Shock berharap seri 2500 dapat menjadi bagian dari keseharian pengguna secara natural. Detail harga dan jadwal ketersediaan di pasar Indonesia belum diumumkan dalam paparan tersebut.

Terkini