Mulai Tahun Ajaran 2027/2028, Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Kembali Dibuka di SMA

Sabtu, 07 November 2026 | 06:37:37 WIB
Siswa SMA Indonesia belajar di ruang kelas sebagai ilustrasi rencana pengembalian jurusan IPA, IPS, dan Bahasa pada tahun ajaran 2027/2028.

JAKARTA – Siswa SMA di Indonesia akan kembali mengenal sistem penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memberlakukan kembali sistem tersebut mulai tahun ajaran 2027/2028.

Kebijakan ini menandai perubahan arah pembelajaran di jenjang SMA setelah sebelumnya sistem penjurusan dihapus dan digantikan dengan pemilihan mata pelajaran sesuai minat serta rencana pendidikan siswa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan rencana tersebut saat memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

"Yang nanti juga akan kami berlakukan mulai tahun pelajaran 2027/2028 adalah dibukanya kembali jurusan. Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan: IPA, IPS, dan juga Bahasa," kata Abdul Mu'ti, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (5/11/2026).

Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan secara terperinci teknis pelaksanaan penjurusan tersebut. Kemendikdasmen masih merancang kemungkinan penyesuaian atau modifikasi jurusan agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan.

Mengapa Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Dihidupkan Kembali?

Salah satu alasan pemerintah mengembalikan sistem penjurusan adalah kebutuhan memperkuat pengetahuan dasar atau foundational knowledge siswa sebelum memasuki perguruan tinggi.

Abdul Mu'ti menilai penguasaan pengetahuan dasar mahasiswa baru saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat pembelajaran sejak jenjang SMA.

Melalui pengelompokan bidang keilmuan, siswa diharapkan memiliki bekal akademik yang lebih terarah. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan diri sesuai bidang studi yang ingin ditempuh setelah lulus SMA.

"Dengan dibukanya kembali jurusan, kami tentu saja berharap agar para murid, khususnya SMA, memiliki basis knowledge yang lebih baik, sehingga ketika mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi akan lebih siap lagi sesuai dengan bidang keilmuannya," ujar Mu'ti.

Menurut pemerintah, penjurusan juga perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, sistem yang akan diterapkan tidak harus sama persis dengan pola penjurusan yang pernah berlaku sebelumnya.

Apa Perbedaan dengan Sistem Kurikulum Merdeka?

Sebelum rencana pengembalian penjurusan ini diumumkan, SMA yang menerapkan Kurikulum Merdeka tidak lagi membagi siswa ke dalam kelompok IPA, IPS, dan Bahasa seperti sistem sebelumnya.

Sebagai gantinya, siswa diberikan keleluasaan memilih mata pelajaran pilihan sesuai minat, bakat, kemampuan, dan rencana pendidikan lanjutan.

Misalnya, siswa yang ingin melanjutkan kuliah di bidang teknik dapat memilih Matematika Tingkat Lanjut dan Fisika. Sementara siswa yang tertarik pada bidang kesehatan dapat memprioritaskan Biologi dan Kimia.

Pola tersebut memberikan fleksibilitas karena siswa tidak harus mengambil seluruh mata pelajaran dalam satu kelompok jurusan.

Dengan rencana kebijakan baru, pemerintah ingin kembali memperkuat pengelompokan bidang keilmuan di SMA. Namun, Abdul Mu'ti menyebut masih ada kemungkinan modifikasi agar sistem tersebut tidak sekadar mengulang pola lama.

Artinya, mekanisme pemilihan jurusan, mata pelajaran yang dipelajari, hingga kemungkinan munculnya kelompok keilmuan baru masih menunggu rancangan lebih lanjut dari pemerintah. 

Penjurusan Akan Disesuaikan dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Kemendikdasmen tidak menutup kemungkinan melakukan pengembangan terhadap tiga jurusan yang akan dibuka kembali.

Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah sedang merancang modifikasi penjurusan dengan mempertimbangkan dinamika keilmuan dan kesiapan siswa SMA untuk memasuki pendidikan tinggi.

Hal ini membuka peluang adanya penyesuaian bidang pembelajaran. Namun, pemerintah belum menyebutkan nama jurusan tambahan maupun struktur mata pelajaran yang akan diterapkan.

Dengan demikian, IPA, IPS, dan Bahasa menjadi kelompok jurusan yang disebut secara jelas dalam pengumuman awal. Rincian pelaksanaannya masih menunggu kebijakan lanjutan.

TKA Mulai Mengarahkan Pilihan Siswa

Pemerintah juga mengaitkan rencana penjurusan dengan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Menurut Abdul Mu'ti, TKA yang telah diselenggarakan sejak tahun sebelumnya memuat mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Pilihan tersebut dapat menjadi gambaran orientasi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hasil TKA juga mulai dimanfaatkan sebagai salah satu aspek dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur non-tes.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap pembelajaran di SMA dan proses seleksi masuk perguruan tinggi dapat lebih selaras. Siswa diharapkan memiliki dasar akademik yang sesuai dengan bidang studi yang akan dipilih.

Meski demikian, TKA bukan satu-satunya informasi yang perlu diperhatikan siswa dalam menentukan masa depan pendidikan. Minat, bakat, kemampuan, dan aspirasi siswa juga menjadi pertimbangan penting.

Bagaimana Dampaknya bagi Siswa SMA?

Rencana pengembalian jurusan akan berpengaruh terhadap perencanaan belajar siswa, terutama mereka yang akan memasuki jenjang SMA pada tahun ajaran 2027/2028.

Jika diterapkan sesuai rencana, siswa perlu mempertimbangkan bidang keilmuan yang ingin didalami sejak awal pendidikan di SMA.

Beberapa gambaran bidang yang bisa menjadi pertimbangan antara lain:

* IPA: cocok bagi siswa yang tertarik pada matematika, fisika, kimia, biologi, teknologi, dan bidang sains.

* IPS: berkaitan dengan ekonomi, geografi, sosiologi, sejarah, serta ilmu sosial lainnya.

* Bahasa: memberikan ruang pendalaman bahasa, sastra, komunikasi, dan kebudayaan.

Namun, daftar tersebut merupakan gambaran umum bidang keilmuan, bukan rincian kurikulum resmi untuk tahun ajaran 2027/2028. Susunan mata pelajaran dan ketentuan pemilihan jurusan masih menunggu penjelasan pemerintah.

Siswa dan orang tua sebaiknya tidak terburu-buru menentukan pilihan hanya berdasarkan anggapan bahwa satu jurusan lebih unggul daripada jurusan lainnya. Pilihan ideal perlu mempertimbangkan kemampuan dan rencana pendidikan masing-masing siswa.

Pakar Pendidikan Soroti Pentingnya Sistem Penjurusan

Rencana pengembalian penjurusan juga mendapat tanggapan dari kalangan pengamat pendidikan.

Dikutip dari detikEdu, Jumat (6/11/2026), pakar pendidikan Ki Darmaningtyas menilai penjurusan dapat membantu perguruan tinggi mendapatkan calon mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang lebih sesuai.

Ia mencontohkan persoalan mahasiswa yang masuk ke program studi eksakta tanpa memiliki bekal pendidikan IPA yang memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Di sisi lain, Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengingatkan agar penjurusan tidak hanya terpaku pada tiga kelompok lama.

Menurutnya, kebutuhan dunia kerja modern semakin mengarah pada kemampuan lintas disiplin ilmu. Karena itu, sistem penjurusan perlu mempertimbangkan perkembangan kompetensi dan kebutuhan masa depan.

Kapan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Mulai Berlaku?

Berdasarkan pengumuman Mendikdasmen, penjurusan SMA direncanakan kembali berlaku pada tahun ajaran 2027/2028.

Artinya, kebijakan ini ditujukan untuk pelaksanaan tahun ajaran baru pada 2027. Namun, pemerintah masih perlu menyusun petunjuk teknis agar sekolah memiliki pedoman yang jelas.

Beberapa hal yang masih perlu ditunggu antara lain:

* Mekanisme penentuan jurusan siswa.

* Apakah penjurusan dimulai sejak kelas X atau pada jenjang berikutnya.

* Persyaratan pemilihan jurusan berdasarkan minat dan kemampuan akademik.

* Susunan mata pelajaran wajib dan pilihan pada setiap jurusan.

* Kemungkinan pembukaan jurusan baru di luar IPA, IPS, dan Bahasa.

* Kesiapan guru, fasilitas, dan sarana pembelajaran di sekolah.

Karena itu, siswa dan orang tua sebaiknya menunggu pengumuman resmi Kemendikdasmen sebelum mengambil keputusan terkait pilihan jurusan.

Kesimpulan

Pemerintah berencana mengembalikan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pengetahuan dasar siswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan.

Meski demikian, sistem penjurusan yang akan diterapkan masih dalam tahap perancangan. Pemerintah juga membuka kemungkinan melakukan modifikasi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.

Bagi siswa dan orang tua, hal terpenting saat ini adalah memahami minat, bakat, dan kemampuan akademik. Dengan begitu, pemilihan jurusan nantinya dapat mendukung rencana pendidikan dan karier siswa. (*)

---

* TAG: Jurusan SMA 2027, Jurusan IPA IPS Bahasa, Penjurusan SMA Kembali, Kurikulum SMA 2027, Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti, Pendidikan Indonesia

Terkini