7 Cara Menata Teras Rumah Type 36 agar Terlihat Luas Tanpa Banyak Biaya

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16:06 WIB
Teras rumah type 36 dengan furnitur sederhana, tanaman hias, dan warna netral agar area depan terlihat lebih lapang. (ilustrasi AI)

SELARASRIAU.COM - Rumah type 36 memiliki luas bangunan sekitar 36 meter persegi. Dengan ukuran tersebut, area teras sering kali tidak terlalu besar karena harus berbagi ruang dengan pintu masuk, jendela, halaman, atau carport.

Meski terbatas, teras tetap bisa ditata agar terlihat rapi, nyaman, dan lebih luas. Pemilik rumah tidak harus mengganti seluruh lantai atau membeli furnitur mahal. Perubahan sederhana seperti memilih kursi yang tepat, mengatur tanaman, dan menggunakan warna yang serasi sudah bisa memberikan perbedaan.

Kuncinya adalah mengutamakan fungsi, menjaga area sirkulasi tetap terbuka, dan menghindari terlalu banyak dekorasi.

Berikut tujuh cara menata teras rumah type 36 agar terlihat luas tanpa membutuhkan banyak biaya.

1. Pilih Kursi Teras Berukuran Kecil

Kursi menjadi salah satu elemen yang paling menentukan tampilan teras. Jika ukurannya terlalu besar, ruang gerak akan terasa sempit meskipun sebenarnya masih tersedia area kosong.

Untuk teras rumah type 36, pilih kursi ramping dengan kaki terbuka. Model kursi rotan, kursi besi minimalis, atau bangku kayu sederhana bisa menjadi pilihan selama ukurannya sesuai dengan luas teras.

Tidak harus membeli satu set furnitur baru. Kursi lama yang masih kokoh bisa dicat ulang atau diberi bantalan dengan warna senada agar tampil lebih menarik.

Meja kecil berbentuk bundar juga bisa digunakan untuk meletakkan minuman atau tanaman. Hindari meja besar yang jarang digunakan karena akan memakan ruang.

Tips hemat: Ukur area teras sebelum membeli furnitur. Sisakan jalur yang nyaman dari halaman menuju pintu rumah agar penghuni tidak harus berjalan menyamping ketika masuk.

2. Gunakan Warna Terang agar Teras Terlihat Lapang

Warna terang dapat membantu teras terlihat lebih cerah dan lapang, terutama jika area tersebut berada di bawah kanopi atau tidak mendapat banyak cahaya matahari.

Beberapa pilihan warna yang mudah dipadukan adalah putih tulang, krem, abu-abu muda, dan beige. Warna tersebut dapat diterapkan pada dinding, pot tanaman, bantalan kursi, atau aksesori.

Pemilik rumah tidak harus mengecat seluruh bagian teras. Jika cat dinding masih bagus, cukup lakukan perubahan pada elemen kecil yang sudah terlihat kusam.

Agar tidak terkesan monoton, tambahkan satu atau dua aksen warna alami dari kayu atau tanaman hijau. Perpaduan ini dapat menciptakan suasana hangat tanpa membuat teras terlihat penuh.

Namun, warna terang bukan satu-satunya faktor yang membuat teras terasa luas. Penataan furnitur, pencahayaan, dan kebersihan area juga berpengaruh.

Tips hemat: Manfaatkan cat yang masih tersisa dari pengecatan rumah sebelumnya, selama kondisinya masih layak dan sesuai untuk permukaan yang akan dicat.

3. Tata Tanaman di Sudut, Bukan Memenuhi Lantai

Tanaman hias dapat membuat teras rumah terasa lebih segar. Namun, terlalu banyak pot di lantai justru bisa membuat area depan rumah terlihat sesak.

Untuk teras kecil, kelompokkan tanaman di satu sudut. Pilih beberapa tanaman dengan ukuran berbeda agar tampilannya tetap menarik tanpa memenuhi seluruh permukaan lantai.

Tanaman berdaun tegak juga dapat dipertimbangkan karena tidak terlalu melebar ke samping. Contohnya lidah mertua dan beberapa jenis tanaman hias berdaun ramping yang sesuai dengan kondisi cahaya di teras.

Jika ingin menambah tanaman, gunakan rak vertikal atau pot gantung pada bagian yang aman. Cara ini memanfaatkan ruang ke atas tanpa menghalangi jalur berjalan.

Pastikan pot tidak mengganggu bukaan pintu dan jendela. Perhatikan pula kebutuhan cahaya, air, serta kekuatan dinding atau gantungan sebelum memasang tanaman.

Tips hemat: Gunakan pot yang sudah tersedia di rumah. Pot lama dapat ditata ulang atau diseragamkan warnanya agar terlihat lebih rapi.

4. Manfaatkan Dinding untuk Dekorasi dan Penyimpanan

Dinding teras sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, bagian ini bisa digunakan untuk menambah dekorasi tanpa mengambil banyak ruang di lantai.

Pemilik rumah dapat memasang satu rak kecil untuk tanaman, menggantung dekorasi sederhana, atau menggunakan lampu dinding sebagai elemen pencahayaan.

Jika teras juga berfungsi sebagai tempat menyimpan sepatu, pilih rak vertikal yang ramping. Simpan hanya alas kaki yang sering digunakan dan letakkan barang lain di tempat penyimpanan berbeda.

Hindari menumpuk terlalu banyak aksesori pada dinding. Rak yang penuh, hiasan berukuran besar, dan berbagai warna yang saling bertabrakan justru dapat membuat area terasa ramai.

Sebelum memasang rak, pastikan dinding cukup kuat dan pemasangannya aman. Jangan menempatkan barang berat di atas area duduk atau jalur masuk.

Tips hemat: Gunakan kembali rak yang sudah ada di rumah. Dengan penataan ulang dan pembersihan, rak lama bisa terlihat lebih menarik tanpa perlu membeli perabot baru.

5. Pilih Lantai yang Serasi dan Mudah Dibersihkan

Lantai yang bersih dan tidak dipenuhi barang membuat teras terlihat lebih teratur. Untuk mendapatkan tampilan tersebut, pemilik rumah tidak harus langsung mengganti keramik.

Mulailah dengan membersihkan nat, menghilangkan noda, dan merapikan barang yang tidak diperlukan. Langkah sederhana ini bisa memberikan perubahan visual tanpa mengeluarkan biaya besar.

Jika lantai sudah rusak dan perlu diganti, pertimbangkan keramik berwarna netral dengan permukaan yang sesuai untuk area luar rumah. Untuk teras yang berpotensi terkena air hujan, pilih permukaan yang tidak mudah licin.

Pola lantai juga perlu diperhatikan. Motif yang terlalu ramai dapat membuat teras kecil terlihat penuh. Sebaliknya, warna dan pola sederhana lebih mudah dipadukan dengan berbagai gaya furnitur.

Jangan memasang lapisan lantai baru hanya demi mengikuti tren apabila kondisi lantai lama masih baik. Perubahan material juga harus mempertimbangkan kemiringan lantai dan aliran air agar tidak menimbulkan genangan.

Tips hemat: Prioritaskan pembersihan dan perbaikan bagian yang rusak. Penggantian seluruh lantai bisa ditunda jika belum diperlukan.

6. Gunakan Kanopi yang Tidak Membuat Teras Gelap

Kanopi dapat melindungi teras dari hujan dan panas. Namun, desain yang terlalu masif atau material yang menghalangi banyak cahaya bisa membuat area depan rumah terasa gelap.

Untuk rumah type 36, pertimbangkan desain kanopi sederhana yang sesuai dengan ukuran teras dan tampilan bangunan. Material dengan transmisi cahaya yang memadai dapat membantu mempertahankan kesan terang, selama sesuai dengan kebutuhan perlindungan dari panas dan hujan.

Jika kanopi sudah tersedia, periksa apakah ada barang atau tanaman yang menghalangi masuknya cahaya. Membersihkan bagian yang kotor dan merapikan area di bawahnya bisa menjadi langkah awal yang murah.

Pemasangan kanopi baru tentu membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan perubahan dekorasi. Karena itu, jangan menjadikannya prioritas jika kanopi lama masih berfungsi baik.

Perhatikan pula kekuatan rangka, sambungan, kemiringan atap, dan pembuangan air hujan. Untuk pekerjaan konstruksi, gunakan tenaga yang kompeten agar pemasangannya aman.

Tips hemat: Jika kanopi masih layak, cukup bersihkan dan perbaiki bagian yang bermasalah. Dana bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

7. Kurangi Barang yang Tidak Dibutuhkan

Cara terakhir sekaligus paling murah adalah mengurangi barang yang memenuhi teras.

Kardus, ember, sepatu yang jarang digunakan, peralatan berkebun, dan barang titipan sering kali membuat area depan rumah terlihat sempit. Padahal, sebagian barang tersebut bisa dipindahkan ke tempat penyimpanan lain.

Mulailah dengan mengeluarkan seluruh barang yang tidak berfungsi sebagai bagian dari teras. Setelah itu, masukkan kembali hanya benda yang memang dibutuhkan, seperti kursi, rak sepatu, keset, dan beberapa tanaman.

Tentukan fungsi utama teras sebelum menambahkan furnitur. Jika teras hanya digunakan sebagai area menerima tamu sebentar, dua kursi dan meja kecil mungkin sudah cukup. Jika berfungsi sebagai akses menuju rumah, jalur masuk harus menjadi prioritas.

Sisakan ruang kosong agar pintu bisa dibuka dengan leluasa dan penghuni dapat bergerak tanpa menabrak pot atau furnitur.

Tips hemat: Lakukan penataan ulang sebelum berbelanja. Bisa jadi teras sudah cukup nyaman tanpa tambahan perabot apa pun.

Perkiraan Biaya Menata Teras Rumah Type 36

Besarnya anggaran bergantung pada kondisi awal teras, ukuran area, dan barang yang sudah dimiliki. Berikut simulasi anggaran sederhana untuk penataan ringan, bukan harga pasar pasti.

Angka tersebut merupakan perkiraan untuk membantu perencanaan, bukan penawaran harga toko. Total sebenarnya bisa lebih rendah jika memanfaatkan barang yang sudah tersedia di rumah.

Pemilik rumah juga tidak harus membeli seluruh kebutuhan sekaligus. Mulailah dari merapikan barang, memindahkan tanaman, dan mengatur ulang furnitur. Setelah itu, tentukan apakah masih ada bagian yang benar-benar membutuhkan biaya.

Kesimpulan

Menata teras rumah type 36 agar terlihat luas tidak selalu membutuhkan renovasi besar. Pemilihan kursi ramping, penggunaan warna terang, penempatan tanaman di sudut, dan pemanfaatan dinding bisa membantu menciptakan tampilan yang lebih lapang.

Hal terpenting adalah menjaga lantai tetap lega dan menyesuaikan furnitur dengan fungsi teras. Dengan memanfaatkan barang yang sudah tersedia, pemilik rumah bisa memperbaiki tampilan area depan secara bertahap tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Sebelum membeli dekorasi baru, coba rapikan teras terlebih dahulu. Perubahan sederhana sering kali sudah cukup untuk membuat rumah terasa lebih nyaman.

FAQ: Menata Teras Rumah Type 36

1. Bagaimana cara membuat teras rumah type 36 terlihat luas?

Pilih furnitur berukuran kecil, gunakan warna netral atau terang, letakkan tanaman di sudut, dan pertahankan jalur masuk agar tidak terhalang.

2. Apa warna yang cocok untuk teras rumah kecil?

Putih tulang, krem, beige, dan abu-abu muda dapat menjadi pilihan. Padukan dengan aksen kayu atau tanaman hijau agar tampilan tidak monoton.

3. Berapa biaya menata teras rumah type 36?

Biaya bergantung pada kondisi teras dan kebutuhan. Penataan sederhana dapat dimulai tanpa biaya dengan merapikan barang dan memanfaatkan furnitur yang sudah ada.

4. Tanaman apa yang cocok untuk teras kecil?

Lidah mertua dan tanaman berdaun ramping dapat dipertimbangkan. Pilih tanaman berdasarkan kebutuhan cahaya, ketersediaan ruang, dan kemudahan perawatan.

5. Apakah teras kecil perlu menggunakan kanopi?

Kanopi tidak selalu wajib. Kebutuhannya bergantung pada paparan hujan dan matahari, fungsi teras, serta desain rumah. Jika sudah tersedia dan masih layak, tidak perlu menggantinya hanya untuk mengikuti tren. (*)

Terkini