Pzaz Rombak Dewan Penasihat, Gandeng Eks Eksekutif Disney dan NBCU

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:01:31 WIB
Pzaz menunjuk lima profesional media senior sebagai anggota dewan penasihat baru.

Platform storyboard dan previsualisasi Pzaz menunjuk lima nama baru ke jajaran dewan penasihat, termasuk mantan eksekutif Disney, NBCUniversal, dan Bloomberg TV. Langkah tersebut jadi bagian dari rencana ekspansi Pzaz ke Amerika Utara, EMEA, dan Asia Pasifik. Pzaz kini dipakai sekitar 4.500 pembuat film di lebih dari 30 bahasa.

Lima profesional media senior resmi bergabung ke dewan penasihat Pzaz, platform storyboard dan previsualisasi berbasis langganan bulanan. Nama-nama yang masuk adalah Paul Robinson, Rose Stacey, Lindsey Oliver, Jonathan Levi, dan Weerada Sucharitkul.

Penunjukan mereka menyertai rencana Pzaz memperluas jangkauan internasional ke Amerika Utara, EMEA, dan Asia Pasifik. Platform ini menyediakan sistem AI proprietary yang memungkinkan kreator membuat storyboard dan visual gagasan dalam hitungan menit.

Siapa Saja Anggota Dewan Penasihat Baru

Paul Robinson punya rekam jejak panjang di televisi anak. Ia mantan SVP dan Managing Director Walt Disney International, sekaligus Presiden Kartoon Channel Worldwide.

Robinson merintis merek TV prasekolah Disney, membawa kanalnya sendiri, KidsCo, masuk ke 98 negara sebagai founding CEO, dan menumbuhkan Kartoon Channel Worldwide ke 69 negara.

"Saya sangat yakin tujuan teknologi adalah memperbaiki hidup kita, dan target Pzaz memakai AI untuk melepas kreativitas dan menuturkan cerita yang lebih menarik adalah sesuatu yang saya yakini," kata Robinson.

Rose Stacey menghabiskan lebih dari satu dekade mengembangkan dan memproduksi konten di bidang hiburan, animasi, dan media digital. Ia mantan creative producer di NBCUniversal, Netflix, dan Nickelodeon Animation.

Stacey ikut membangun tim animasi Netflix dan terlibat dalam proyek seperti Wednesday, Star Trek, dan SpongeBob.

Pengalaman Hukum hingga Distribusi Film

Lindsey Oliver adalah partner di Global Media Consult dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang hukum, media, dan penyiaran. Ia pernah menjabat SVP, General Counsel, dan Director of Network di CNBC Europe.

Oliver juga founding director dan global commercial director Al Jazeera English, serta international commercial director di Bloomberg TV.

Jonathan Levi menjabat CEO rumah produksi independen Inggris Content Kings. Ia sutradara nominasi BAFTA dan penulis buku terlaris Sunday Times, dengan latar belakang sebagai eksekutif Warner Bros. dan ITV.

"Semakin awal sebuah tim bisa melihat produksi, semakin baik keputusan yang mereka ambil. Pzaz membuat storyboard dan previsualisasi profesional terjangkau oleh setiap produksi, bukan hanya yang terbesar," ujar Levi.

Anggota terakhir, Weerada Sucharitkul, adalah CEO dan founder LB Global Media serta mantan CEO FilmDoo. Ia juga co-producer internasional yang banyak bekerja di ruang mediatech.

"Distribusi film tidak pernah sesulit sekarang, dan streaming belum menutup celah distribusi produksi independen," kata Sucharitkul. "Pzaz membantu menekan biaya produksi agar proyek independen tetap bisa memperoleh keuntungan lewat streaming atau self-distribution."

Alasan Pzaz Menambah Nama Besar

CEO Pzaz Vince Weberink menyebut industri film dan hiburan sedang melewati perubahan besar. Menurutnya, produser independen kini bisa membuat konten tanpa anggaran besar atau dukungan studio.

"Dengan produksi yang melambat, bahkan di studio Hollywood terbesar, kami bangga membangun alat kreatif yang memungkinkan pembuat film dan produser independen di seluruh dunia membawa proyek ke audiens lebih cepat dan dengan biaya jauh lebih rendah," ujar Weberink.

Ia menambahkan, kehadiran nama-nama berpengalaman dari kedua sisi Atlantik mencerminkan peluang pertumbuhan Pzaz di setiap sektor media dan hiburan.

Bagi industri hiburan Indonesia, model langganan seperti Pzaz berpotensi relevan untuk rumah produksi kecil yang butuh presentasi visual cepat tanpa biaya studio besar. Platform ini sudah tersedia dalam lebih dari 30 bahasa, membuka peluang adopsi lintas pasar termasuk Asia Pasifik.

Terkini