MotoGP 2027 Pakai Mesin 850 cc dan Ban Pirelli, Rookie Moto2 Diuntungkan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:42:01 WIB
Regulasi MotoGP 2027 menurunkan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc dan mengganti pemasok ban dari Michelin ke Pirelli.

MotoGP akan menerapkan regulasi teknis baru pada 2027 dengan kapasitas mesin turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc dan pemasok ban berganti dari Michelin ke Pirelli. Perubahan ini dinilai menguntungkan pembalap rookie yang naik kelas dari Moto2, karena karakter mesin dan ban tak jauh berbeda dengan yang mereka kendarai sekarang. Yamaha menyambut rookie Izan Guevara di tim Prima Pramac Yamaha Racing bersama Toprak Razgatlioglu.

Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio menilai regulasi baru ini memberi keuntungan tersendiri bagi para pendatang baru. Penilaian itu disampaikannya saat ditemui di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

"Ya, secara umum peraturan baru dan ban baru akan membantu pembalap Moto2 untuk berkembang. Karena perasaan tentang ban, lebih mirip dengan apa yang mereka kendarai sekarang (di Moto2)," kata Pavesio.

Mesin Lebih Kecil, Ban Pirelli Gantikan Michelin

Regulasi teknis MotoGP 2027 memangkas kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc. Pemasok ban tunggal juga berpindah dari Michelin ke Pirelli, merek yang saat ini sudah digunakan di kelas Moto2.

Kombinasi keduanya membuat jarak adaptasi antara Moto2 dan MotoGP mengecil. Pembalap yang baru naik kelas tidak perlu menyesuaikan diri terlalu lama dengan karakter motor dan ban yang jauh berbeda seperti pada era sebelumnya.

Izan Guevara Sudah Jajal Motor Mirip 850 cc di Spielberg

Yamaha akan menyambut Izan Guevara sebagai rookie musim depan. Pembalap asal Spanyol itu bakal memperkuat Prima Pramac Yamaha Racing bersama Toprak Razgatlioglu.

Pavesio mengungkapkan Izan sempat mencoba motor Yamaha M1 yang dikonfigurasi mirip dengan motor 850 cc tahun depan. Tes berlangsung di Spielberg, Austria, belum lama ini.

"Kita sudah lihat, Izan sudah mencoba mesin 850 cc yang hampir mirip. Itu adalah (motor) 1.000 cc dengan daya yang lebih sedikit," ujarnya.

"Dan perasaannya adalah bahwa cara dia riding benar-benar cocok," kata Pavesio menambahkan.

Izan: Pindah ke MotoGP adalah Impian yang Terwujud

Dari sisi pembalap, Izan menyebut regulasi baru membuat proses adaptasi rookie berjalan lebih cepat. Sebagai rider MotoGP baru tahun depan, dia langsung menjajal format motor dengan mesin 850 cc dan ban Pirelli.

"Jadi, ini adalah impian yang terwujud. Bagi saya, pindah ke MotoGP adalah tujuan saya," kata Izan saat ditemui di garasinya di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) yang digelar di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026).

"Nantinya akan ada banyak perubahan di kelas ini, berubah dari mesin 1.000 cc ke 850 cc, dan berubah dari (ban) Michelin ke Pirelli. Jadi menurut saya, sebagai rookie, akan lebih baik untuk beradaptasi dengan motor," ujarnya.

Dampak ke Peta Persaingan Musim Depan

Perubahan regulasi teknis ini berpotensi mengubah lanskap persaingan di kelas premier. Pembalap senior yang sudah terbiasa dengan tenaga mesin 1.000 cc dan karakter ban Michelin harus beradaptasi ulang.

Sementara rookie seperti Izan justru mendapat titik awal yang lebih familiar. Mesin 850 cc dan ban Pirelli sudah menjadi keseharian mereka di Moto2, sehingga kurva pembelajaran menuju MotoGP menjadi lebih landai.

Bagi Yamaha, kombinasi Izan dan Toprak Razgatlioglu di Prima Pramac Yamaha Racing menjadi salah satu susunan pembalap yang layak dicermati menyambut musim 2027.

Terkini