20 Ribu Pohon Ditanam di Siak, TNI-Polri Gandeng Buruh dan Masyarakat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:23:34 WIB
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan, perwakilan pemda, serikat pekerja, Pramuka berfoto bersama saat penanaman pohon memperingati HUT ke-81 TNI di Siak, Sabtu (10/10).

SELARASRIAU.COM, SIAK - Kolaborasi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, perusahaan, buruh, dan masyarakat diwujudkan melalui penanaman 20.000 bibit pohon di Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (10/10/2026).

Penanaman di lahan seluas sekitar 40 hektare yang berlokasi di kawasan PT Bumi Siak Pusako (BSP), Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, ini menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo bersama Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sebanyak 1.600 peserta ambil bagian, terdiri dari 150 personel TNI, 200 personel Polri, 100 warga masyarakat, 250 pekerja perusahaan, serta 900 anggota serikat pekerja dan buruh dari berbagai organisasi.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo mengatakan, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

“Konsep ini mengintegrasikan Green Defense dan Green Policing sebagai sarana menumbuhkan kepedulian lingkungan. Menjaga alam berarti alam akan menjaga kita,” ujar Agus.

Menurutnya, kerusakan lingkungan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan, kesejahteraan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk memastikan upaya penghijauan berjalan secara berkelanjutan.

“Ini adalah investasi besar untuk anak cucu kita di masa depan. Karena itu, mari kita menanam dengan tulus dan memastikan pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang mengedepankan kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Herry.

Ia menjelaskan, peran kepolisian tidak hanya sebatas menangani persoalan yang telah terjadi, tetapi juga membangun kemitraan dengan masyarakat untuk mendeteksi potensi risiko dan melakukan pencegahan sejak dini.

Menurut Herry, pengalaman penanganan karhutla di Riau menunjukkan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sebab, dampak kerusakan lingkungan tidak hanya menyangkut alam, tetapi juga keselamatan, kesehatan, dan perekonomian warga.

“Masyarakat tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima pelayanan atau objek pengamanan, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki peran aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Herry juga mengapresiasi keterlibatan kalangan buruh dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, buruh memiliki peran strategis tidak hanya dalam sektor industri, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika polisi, buruh, dan masyarakat bekerja bersama, kita tidak hanya membangun hubungan yang baik, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan serta masa depan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Herry menyebutkan, penanaman pohon di Siak merupakan bagian dari Gerakan Riau CERAH, yakni Cegah, Rawat, Hijaukan, sebagai implementasi Green Policing yang dikembangkan di Riau.

Gerakan tersebut juga mendukung Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Namun, Herry mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak cukup diukur dari banyaknya bibit yang ditanam. Perawatan dan pemantauan secara berkala harus dilakukan agar pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Proses penghijauan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari pemilihan lokasi, pemeliharaan bibit, dokumentasi data penanaman, hingga monitoring setelah kegiatan selesai. Jangan sampai kita pandai menanam, tetapi tidak cukup peduli untuk merawat,” tegasnya.

Ia berharap gerakan penghijauan tersebut terus berkembang melalui keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sehingga menjadi tanggung jawab bersama.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Ini tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat terlibat, kepedulian tumbuh, dan kerja sama terbangun, di situlah semangat Polisi Bersama Masyarakat menemukan maknanya,” tutup Herry.

Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian 1.000 paket sembako kepada anggota serikat pekerja dan masyarakat Kampung Dayun.

Berdasarkan data aplikasi Green Policing hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 9.829 pohon telah tercatat ditanam di Riau. Capaian tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman satu juta pohon melalui kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.(dep)Ia berharap gerakan penghijauan tersebut terus berkembang melalui keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sehingga menjadi tanggung jawab bersama.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Ini tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat terlibat, kepedulian tumbuh, dan kerja sama terbangun, di situlah semangat Polisi Bersama Masyarakat menemukan maknanya,” tutup Herry.

Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian 1.000 paket sembako kepada anggota serikat pekerja dan masyarakat Kampung Dayun.

Berdasarkan data aplikasi Green Policing hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 9.829 pohon telah tercatat ditanam di Riau. Capaian tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman satu juta pohon melalui kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.*/(dep)

Tags

Terkini