John Herdman membawa Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, mengakhiri penantian gelar selama 35 tahun. Di balik trofi itu, ada perjalanan karier yang jauh berbeda dari kebanyakan pelatih elite dunia. Berikut fakta-fakta menariknya.
Kesuksesan John Herdman bersama skuad Garuda bukan datang dari latar belakang pemain bintang. Pria asal Inggris ini justru menempuh jalur yang jarang dilalui pelatih sepak bola profesional.
1. Memulai Karier sebagai Dosen
Berbeda dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang mengawali karier kepelatihan sebagai pesepakbola profesional, John Herdman menempuh jalan lain. Kariernya dimulai dari bangku perguruan tinggi sebagai dosen yang mengajar Sport Science di Universitas Northumbria Newcastle, Inggris.
Dari ruang kelas inilah fondasi kepelatihannya terbentuk, jauh sebelum ia menangani tim nasional di level internasional.
2. Bukan Pesepakbola Profesional
Shin Tae-yong dulu dikenal sebagai pemain bintang di Korea Selatan, sementara Patrick Kluivert punya nama besar bersama Ajax Amsterdam. John Herdman tidak punya keduanya.
Ia nyaris tidak menyentuh lapangan sebagai pemain, dan tidak pernah tercatat memperkuat klub profesional mana pun. Kekuatannya justru terletak pada pendekatan psikologis dan taktis di balik layar.
3. Membawa Kanada Lolos ke Piala Dunia 2022
Sebelum mencetak sejarah bersama Indonesia, Herdman lebih dulu mengukir prestasi serupa di Amerika Utara. Ia berhasil membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Pencapaian itu menegaskan bahwa metode kerjanya bukan kebetulan semata, melainkan hasil pendekatan yang terbukti di dua benua berbeda.
4. Mempersembahkan Gelar Juara untuk Indonesia
Bersama skuad Garuda, Herdman mempersembahkan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Trofi ini menjadi penantian panjang selama 35 tahun bagi sepak bola Indonesia.
Gelar tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu pelatih paling sukses yang pernah menangani timnas Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.
5. Menciptakan Rekor Kepelatihan di Skuad Garuda
Catatan kepelatihan Herdman bersama Timnas Indonesia dinilai melampaui capaian pendahulunya, termasuk Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Rekor ini lahir bukan dari nama besar sebagai pemain, melainkan dari konsistensi strategi dan kemampuan membaca karakter pemain.
6. Latar Belakang Akademik yang Kuat
Pengalaman sebagai dosen Sport Science memberi Herdman pemahaman mendalam soal fisik, mental, dan taktik pemain. Pendekatan ilmiah ini jarang dimiliki pelatih yang datang dari jalur mantan pemain.
Kombinasi teori akademik dan praktik lapangan inilah yang membuat metodenya berbeda dari kebanyakan juru taktik di Asia Tenggara.
7. Jalur Karier yang Tidak Biasa
Dari dosen, bukan pemain, hingga membawa dua negara berbeda ke panggung dunia — perjalanan Herdman tidak mengikuti pakem pelatih elite pada umumnya.
Kisahnya menunjukkan bahwa karier kepelatihan bisa dibangun tanpa pernah menjadi bintang di lapangan hijau.
Perjalanan John Herdman membuktikan bahwa latar belakang sebagai dosen dan bukan pesepakbola profesional bukan penghalang untuk mencetak sejarah. Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Indonesia menjadi bukti nyata dari pendekatan kerja yang tidak biasa tersebut.