Telkom Spin-Off InfraNexia, Aset Infrastruktur Rp 85,7 Triliun Pindah

Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:03:31 WIB
RUPSLB Telkom menyetujui pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memisahkan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) setelah mendapat persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB. Langkah ini memindahkan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 85,7 triliun. Spin-off ini menjadi bagian dari strategi TLKM 30 untuk memonetisasi aset bernilai tinggi dan memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuntaskan babak baru transformasi bisnisnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Rabu (30/9/2026), pemegang saham independen menyetujui pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyebut pembentukan InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan implementasi strategi TLKM 30. Tujuannya mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan.

Dari Operating Holding ke Strategic Holding

Nanang menjelaskan langkah ini memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Model itu berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antarentitas secara berkelanjutan.

"Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal," ujar Nanang.

Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation. Perusahaan juga berharap kontribusinya bagi ekosistem digital Indonesia semakin besar.

Aset Infrastruktur yang Berpindah Tangan

Telkom dan InfraNexia telah menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2. Melalui tahapan ini, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia.

Skala aset yang dikonsolidasikan mencakup sekitar 112 ribu kilometer jaringan fiber optic. Di dalamnya termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 85,7 triliun.

Dengan skala tersebut, InfraNexia memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia.

Fokus Baru dan Perubahan Susunan Pengurus

InfraNexia diarahkan untuk mempertajam fokus bisnis dan meningkatkan produktivitas aset infrastruktur. Langkah ini diharapkan mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

"Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri," kata Nanang.

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Menurut Nanang, perubahan itu diharapkan memperkuat tata kelola sekaligus berkontribusi pada peningkatan kinerja perseroan dan mendukung suksesnya agenda transformasi TLKM 30.

Nanang optimistis langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki.

Bagi pelaku industri digital, konsolidasi infrastruktur di bawah InfraNexia membuka peluang akses jaringan wholesale yang lebih luas. Bagi investor, spin-off ini menandai pergeseran lanskap bisnis TelkomGroup — dari operator terintegrasi menuju struktur holding yang memisahkan kepemilikan aset dari operasional layanan.

Terkini