Kementerian ESDM menyatakan harga BBM non subsidi berpotensi naik mulai 1 Oktober 2026 seiring kenaikan harga minyak mentah global. Penyesuaian rutin ini dievaluasi setiap awal bulan oleh badan usaha, sementara Pertalite dan biosolar dipastikan tidak naik sampai akhir tahun.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa harga BBM non subsidi seperti Pertamax mengikuti perkembangan harga pasar. Kenaikan harga minyak mentah global menjadi faktor utama yang membuat penyesuaian harga sulit dihindari pada periode Oktober 2026.
"Yang ini non subsidi, ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaian," ujar Yuliot di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Selasa (29/9/2026).
Harga Minyak Dunia Naik Dua Hari Berturut-turut
Mengutip data Refinitiv, harga minyak dunia menguat pada Selasa (29/9/2026) pukul 10.39 WIB. Brent naik 1,5 persen ke US$106,9 per barel, sedangkan WTI menguat 1,4 persen ke US$93,91 per barel.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, Brent sudah menguat 0,9 persen ke US$105,28 per barel dan WTI menanjak 0,2 persen ke US$92,6 per barel. Kenaikan terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran.
Ekspor minyak Timur Tengah justru meningkat menjadi 12,8 juta barel per hari pada September, tertinggi sejak Februari. Meski begitu, ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan potensi eskalasi di Selat Hormuz masih membayangi pasokan energi global.
Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tidak Naik
Di sisi lain, BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar atau solar subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan sampai akhir tahun 2026. Kepastian ini memberikan ruang bagi konsumen pengguna kedua jenis bahan bakar tersebut.
Yuliot belum menyampaikan secara rinci berapa besar potensi kenaikan harga BBM non subsidi. Ia hanya menegaskan bahwa penyesuaian akan berlaku untuk periode Oktober 2026.
"Iya ada penyesuaian," ujarnya singkat.
Dampak ke Pengguna Pertamax dan Pertamax Turbo
Penyesuaian harga BBM non subsidi biasanya berdampak langsung pada pengguna kendaraan bermesin bensin beroktan tinggi. Pemilik mobil dan motor yang selama ini mengisi Pertamax atau Pertamax Turbo perlu menyiapkan anggaran bahan bakar lebih besar jika kenaikan benar terjadi.
Badan usaha penyalur BBM non subsidi umumnya mengumumkan harga baru pada awal bulan. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah dalam satu bulan sebelumnya, nilai tukar rupiah, serta margin yang ditetapkan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai besaran kenaikan harga BBM non subsidi untuk periode Oktober 2026. Konsumen disarankan memantau informasi resmi dari badan usaha penyalur menjelang tanggal 1 Oktober.