Trik Yoga Block Personal Trainer Atasi Pergelangan Kaku Saat Squat

Sabtu, 26 September 2026 | 15:21:03 WIB
Personal trainer memperagakan squat dengan tumit ditinggikan menggunakan yoga block.

Banyak orang gagal mencapai kedalaman squat ideal bukan karena pinggul atau lutut, melainkan pergelangan kaki yang kaku. Seorang personal trainer membagikan trik sederhana memakai yoga block untuk mengakali keterbatasan itu tanpa mengorbankan postur. Trik ini bukan solusi permanen, tapi berguna bagi yang ingin melatih otot paha tanpa punggung membulat.

Pergelangan kaki yang kaku sering disalahartikan sebagai masalah pinggul, punggung, atau lutut. Padahal, keterbatasan dorsifleksi di sendi pergelangan kaki memicu rantai kompensasi yang merambat ke atas, mengubah mekanika squat, dan membuat otot lain bekerja berlebihan. Personal trainer yang membagikan trik ini mengaku pergelangan kakinya sendiri sangat kaku, sehingga ia rutin memakai yoga block atau pelat beban di bawah tumit saat melakukan squat.

Solusi ini bukan pengganti latihan mobilitas jangka panjang. Tapi bagi yang belum bisa mencapai kedalaman squat paralel atau lebih rendah, menaikkan tumit memberi jalan keluar praktis agar otot paha tetap terlatih dengan postur yang benar.

Cara Melakukan Squat dengan Tumit Ditinggikan

Posisi awal berdiri dengan kaki selebar pinggul atau sedikit lebih lebar. Gunakan satu atau dua yoga block tergantung lebar kuda-kuda, lalu letakkan tumit di atasnya sambil menekan bola kaki ke lantai. Kencangkan otot inti dan pandangan lurus ke depan.

Duduklah ke belakang seperti gerakan mau duduk di kursi, turunkan pinggul perlahan. Jaga dada tetap tegak dan punggung lurus. Berhenti sebentar di posisi terendah, lalu dorong tubuh kembali ke posisi berdiri. Beban tambahan boleh ditambahkan jika postur sudah nyaman.

Jika muncul rasa nyeri, hentikan latihan. Bagi yang sedang menangani cedera atau kondisi kesehatan tertentu, terutama nyeri lutut, ada baiknya berkonsultasi dulu sebelum memulai latihan baru.

Mengapa Menaikkan Tumit Membantu Mekanika Squat

Saat tumit dinaikkan, berat badan bergeser ke depan. Pergeseran ini membuat batang tubuh lebih mudah dipertahankan tegak, sehingga banyak orang bisa mencapai rentang gerak lebih dalam. Prinsip serupa dipakai pada sepatu angkat beban yang memiliki tumpukan tumit, atau pelat dan bantalan yang dipakai atlet angkat besi.

Keterbatasan dorsifleksi membuat squat terasa lebih berat dari seharusnya. Menaikkan tumit mengatasi hambatan itu dan memperbaiki mekanika gerakan. Efeknya berantai: lutut bisa melacak melewati ujung jari kaki, otot paha depan bekerja lebih keras, dan tekanan pada lutut serta tulang belakang berkurang karena postur lebih tegak.

  • Batang tubuh lebih tegak — rentang gerak lebih dalam dengan punggung tetap lurus
  • Mengatasi dorsifleksi terbatas — hambatan pergelangan kaki berkurang saat turun
  • Tekanan sendi berkurang — lutut dan tulang belakang tidak menanggung beban kompensasi
  • Otot paha depan lebih aktif — lutut melacak melewati ujung kaki, paha bekerja lebih optimal

Batasan yang Perlu Diperhatikan

Menaikkan tumit bukan obat mujarab. Ini hanya alat bantu sementara selama mobilitas pergelangan kaki belum memadai. Latihan mobilitas tetap perlu dijalani beriringan, bukan ditinggalkan.

Beberapa hal yang perlu dijaga saat mencoba trik ini: fokus pada batang tubuh tegak, pandangan lurus ke depan, dan otot inti yang terkunci. Tambahkan beban hanya setelah postur dirasa nyaman. Kalau ragu, minta orang lain mengawasi, rekam diri sendiri, atau gunakan cermin untuk memeriksa apakah tulang ekor menekuk ke dalam atau ada kompensasi berlebihan di bagian lain.

Squat termasuk dalam lima gerakan compound utama. Fungsional dan efektif untuk membangun kekuatan serta massa otot tubuh bagian bawah. Mengembangkan mobilitas pergelangan kaki seharusnya tetap jadi prioritas, tapi tidak ada alasan menahan diri dengan kaki rata di lantai jika postur jadi berantakan.

Terkini