Hands-on Huawei Pura X Max: Layar Lipat 7,7 Inci Rival Z Fold8

Jumat, 25 September 2026 | 12:03:01 WIB
Huawei Pura X Max dipamerkan di Huawei Flagship Store Shenzhen dengan bodi lebih lebar dan pendek menyerupai paspor saat tertutup.

Huawei Pura X Max menawarkan pendekatan berbeda dari ponsel lipat model buku: bodinya lebih lebar dan pendek, menyerupai paspor saat tertutup. Perangkat ini sudah dijual di China dengan prosesor Kirin 9030 Pro dan HarmonyOS 7, tapi belum masuk pasar global maupun Indonesia. Dari pengamatan langsung di Huawei Flagship Store Shenzhen, sektor kamera jadi nilai jual paling serius.

Kesan pertama yang muncul justru soal ukuran. Pura X Max tidak mengikuti pakem ponsel lipat model buku yang tinggi dan sempit. Bentuknya lebih lebar, lebih pendek, dan saat ditutup sekilas mirip paspor.

Dimensi dan Bobot: Lebih Lebar dari Ponsel Lipat Umumnya

Dalam kondisi tertutup, Huawei Pura X Max punya dimensi 120 × 85 mm dengan ketebalan 11,2 mm. Saat dibuka, lebarnya menjadi 166,5 mm dan ketebalannya menyusut jadi 5,2 mm. Bobotnya sekitar 229 gram.

Bodinya memang lebih lebar daripada smartphone biasa, tapi tidak setinggi ponsel lipat model buku seperti Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra. Menurut pengamatan langsung, proporsi ini terasa pas digenggam dan tidak membuat tangan cepat lelah.

Layar Utama 7,7 Inci dan Layar Luar 5,4 Inci

Layar utama Pura X Max seluas 7,7 inci memakai panel OLED fleksibel dengan resolusi 2.584 × 1.828 piksel dan rasio mendekati 3:2. Layar ini mendukung refresh rate adaptif 1Hz sampai 120Hz, PWM dimming 1.440Hz, dan touch sampling rate hingga 240Hz.

Huawei sudah membekali layar utama dengan lapisan Ultra Thin Glass (UTG). Bekas lipatan masih sedikit terlihat di bagian tengah, terutama saat panel terkena pantulan cahaya. Dari sudut tertentu, garis tersebut tidak terlalu mengganggu konten yang ditampilkan. Engselnya memungkinkan ponsel dibuka pada sejumlah sudut.

Layar luarnya berukuran 5,4 inci dengan resolusi 1.848 × 1.264 piksel. Panel OLED ini juga menawarkan refresh rate adaptif 1Hz sampai 120Hz dan dilindungi Kunlun Glass generasi kedua. Ukuran layar luar ini sedikit lebih kecil dari 5,5 inci pada Samsung Galaxy Z Fold8.

Kamera: Konfigurasi Tiga Lensa dengan Variable Aperture

Huawei menempatkan modul kamera berbentuk pil secara horizontal di bagian belakang. Ukurannya cukup besar dan menonjol dari permukaan bodi, lengkap dengan tulisan 'XMAGE' di bawahnya.

  • Kamera utama 50 MP sensor RYYB, OIS, variable aperture 10 tingkat f/1.4 - f/4.0
  • Kamera ultrawide 12,5 MP
  • Kamera periscope telephoto 50 MP, bukaan f/2.2, OIS
  • Zoom optik 3,5x, optical-quality zoom 7x, perbesaran digital hingga 100x
  • Kamera depan 8 MP di layar luar dan layar dalam (punch hole)

Dari sisi konfigurasi, sektor kamera Pura X Max terbilang lebih komplet ketimbang iPhone Duo maupun Samsung Galaxy Z Fold8. Namun perlu dicatat, ini baru pengamatan spesifikasi di toko, bukan hasil uji foto sesungguhnya.

Desain dan Pilihan Warna

Unit yang dilihat Uzone.id dibalut warna Vibrant Orange. Warna oranyenya mencolok, dengan sebagian permukaan dibuat polos dan mengilap, sedangkan area bawah memakai pola garis-garis tipis. Bagian tersebut dibagi lagi menjadi dua panel dengan arah tekstur berbeda.

Selain oranye, ada varian dengan warna lebih kalem. Bagian belakangnya memakai warna terang dengan finishing polos, sementara bingkai kamera dan sisi bodi diberi aksen metalik. Huawei menyediakan tujuh pilihan warna di China: Bordeaux Red, Nice Blue, Interstellar Blue, Vibrant Orange, Zero White, Olive Gold, dan Phantom Night Black.

Spesifikasi Dapur Pacu dan Baterai

Pura X Max ditenagai prosesor Kirin 9030 Pro dengan opsi RAM 12 GB atau 16 GB. Kapasitas penyimpanan tersedia mulai 256 GB sampai 1 TB, dan sistem operasinya sudah memakai HarmonyOS 7.

Untuk daya, Huawei menyematkan baterai 5.300 mAh dengan fast charging 66W, wireless charging 50W, serta reverse wireless charging. Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Belum tersedia resmi di Indonesia, bahkan belum dijual global
  • Bekas lipatan masih terlihat di layar utama saat terkena pantulan cahaya
  • Ekosistem HarmonyOS 7 berbeda dari Android, perlu adaptasi aplikasi
  • Modul kamera menonjol cukup besar dari permukaan bodi
  • Harga di China belum disebut lengkap dalam materi ini

Kesimpulan Sementara

Huawei Pura X Max menawarkan formula berbeda untuk ponsel lipat: layar lebar dengan bodi pendek dan lebar, bukan tinggi dan sempit. Sektor kamera jadi keunggulan paling jelas di atas kertas, dengan sensor RYYB 50 MP dan variable aperture yang jarang ditemui di ponsel lipat.

Karena ini baru hands-on singkat di toko, belum ada penilaian soal performa harian, daya tahan baterai real-world, atau kualitas foto sesungguhnya. Perangkat ini juga belum masuk pasar Indonesia, jadi calon pembeli lokal harus menunggu kepastian ketersediaan resmi sebelum mempertimbangkannya sebagai rival Galaxy Z Fold8 atau iPhone Duo.

Terkini