Bahan Bakar MotoGP 2027 Tembus Rp 1,7 Juta per Liter, Tim Bisa Rogoh Rp 70 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 12:03:01 WIB
Bahan bakar non-fosil MotoGP 2027 dibanderol sekitar Rp 1,75 juta per liter.

Harga bahan bakar 100% non-fosil yang akan dipakai MotoGP musim 2027 melonjak drastis hingga 86 euro per liter atau sekitar Rp 1.750.000. Angka itu 6 sampai 8,6 kali lipat lebih mahal dibanding bahan bakar yang dipakai saat ini. Dengan konsumsi mencapai 40.000 liter per tahun, satu tim MotoGP berpotensi mengeluarkan biaya bahan bakar hingga Rp 70 miliar.

Regulasi MotoGP 2027 memang membawa perubahan besar. Kapasitas mesin dipangkas jadi 850 cc, dan motor wajib mengonsumsi bahan bakar dengan kriteria 100% non-fosil. Karena belum diproduksi massal, harga bahan bakar tersebut melesat jauh di atas harga pasar saat ini.

Laporan GPOne menyebut pemasok bahan bakar ETS Racing Fuels, yang pernah memasok KTM, telah menawarkan e-fuel kepada Aprilia untuk musim 2027. Harga yang diajukan mencapai 86 euro per liter, atau setara Rp 1.750.000 per liter.

Lonjakan 6 hingga 8,6 Kali Lipat dari Harga Saat Ini

Sebagai pembanding, harga bahan bakar MotoGP saat ini berada di kisaran 10 hingga 15 euro per liter, atau sekitar Rp 203.000 sampai Rp 305.000 per liter. Artinya, ada kenaikan sekitar 6 hingga 8,6 kali lipat pada musim depan.

Selisih itu bukan angka kecil. Sebab konsumsi bahan bakar seorang pebalap MotoGP bisa mencapai 2.555 liter dalam satu tahun, mencakup balapan dan sesi tes.

Biaya per Pebalap Naik Jadi Rp 4,4 Miliar

Dengan harga bahan bakar saat ini, biaya yang dikeluarkan per pebalap sekitar 25.550 euro (Rp 520 juta) hingga 38.325 euro (Rp 780 juta) per tahun. Angka itu masih terhitung wajar untuk ukuran tim pabrikan.

Namun jika harga 86 euro per liter benar-benar berlaku musim depan, seorang pebalap bisa menghabiskan biaya hingga 219.730 euro atau setara Rp 4,4 miliar. Kenaikannya nyaris delapan kali lipat.

Total Konsumsi Satu Tim Capai 40.000 Liter per Tahun

Hitungan itu baru satu pebalap. Satu tim MotoGP bisa mengonsumsi bahan bakar total hingga 40.000 liter per tahun, mencakup empat pebalap reguler, dua test rider, serta pengembangan di dyno.

Kalikan dengan harga 86 euro per liter, maka sebuah tim harus merogoh kocek sekitar Rp 70 miliar hanya untuk bahan bakar. Angka itu di luar biaya operasional lain seperti suku cadang, logistik, dan gaji personel.

Belum ada kepastian apakah seluruh tim akan memakai pemasok yang sama atau menegosiasikan harga terpisah. Yang jelas, transisi ke bahan bakar non-fosil membawa konsekuensi finansial besar bagi peserta MotoGP 2027.

Terkini