Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026. Cadangan BBM nasional disebut berada di level aman 18 sampai 21 hari, sementara harga nonsubsidi tetap mengikuti pergerakan Indonesia Crude Price. Pernyataan ini sekaligus meluruskan kabar penyesuaian harga yang beredar di media sosial.
Kepastian tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri acara MKI Electricity Connect 2026. Ia menegaskan pemerintah tidak akan mengubah harga BBM bersubsidi sampai penghujung tahun, dengan alasan utama menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Harga Nonsubsidi Ikut Mekanisme Pasar Global
Untuk BBM nonsubsidi, Bahlil menjelaskan harga tetap bergerak mengikuti pasar global yang tercermin melalui Indonesia Crude Price (ICP). Artinya, kenaikan ICP akan diikuti penyesuaian harga, begitu pula sebaliknya ketika harga minyak turun.
"Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," kata Bahlil.
Cadangan BBM di Batas Minimal 18-21 Hari
Selain soal harga, pemerintah menyoroti ketahanan stok BBM nasional. Bahlil menyebut cadangan saat ini berada pada standar minimal yang ditetapkan, yakni 18 hingga 21 hari.
"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari," ujarnya.
Pertamina Bantah Isu Penyesuaian Harga 21 September
Isu penyesuaian harga BBM nonsubsidi sempat ramai di media sosial menjelang 21 September 2026. PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat meluruskan kabar tersebut melalui siaran pers.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora memastikan tidak ada perubahan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina pada tanggal tersebut. Harga yang berlaku masih mengacu pada ketetapan sebelumnya.
"Kami memastikan bahwa per 21 September 2026 tidak terdapat perubahan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Informasi mengenai adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," tutur Kitty.
Dampak ke Konsumen dan Pengendara
Kepastian harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 memberi ruang bagi konsumen untuk mengatur pengeluaran bahan bakar, terutama pengendara motor dan angkutan umum yang bergantung pada jenis subsidi. Sementara untuk pengguna BBM nonsubsidi, harga masih terbuka berubah sewaktu-waktu mengikuti ICP.
Masyarakat diimbau mengecek langsung harga di SPBU resmi Pertamina dan tidak merujuk pada informasi yang belum terverifikasi di media sosial.