7 Negara Kirim Wakil ke Oscar 2026, Nepal hingga Singapura Masuk Daftar

Senin, 14 September 2026 | 16:21:31 WIB
Sutradara Rafael Manuel mewakili Filipina dengan film "Filipiñana" di ajang Oscar 2026.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences akan merilis shortlist 15 film pada 15 Desember. Dari jumlah itu, anggota Academy dari seluruh cabang yang berkomitmen menonton kelimanya akan memberikan suara. Nominasi resmi diumumkan 21 Januari.

Filipina Andalkan "Filipiñana"

Rafael Manuel dipercaya mewakili Filipina lewat "Filipiñana", film yang ia tulis dan sutradarai sendiri. Kino Lorber bertindak sebagai distributor.

Berlatar panas menyengat dan kekeringan, cerita mengikuti Isabel, remaja 17 tahun dari provinsi yang bekerja di resor golf bergengsi. Deretan pemainnya mencakup Jorrybell Agoto, Carmen Castellanos, Teroy Guzman, Carlitos Siguion-Reyna, Isabel Sicat, dan Nour Houshmand.

Diproduseri eksekutif oleh sineas Tiongkok Jia Zhangke, "Filipiñana" tayang perdana di World Cinema Dramatic Competition Sundance Film Festival 2026 dan membawa pulang World Cinema Dramatic Special Jury Award for Creative Vision. Film ini kemudian menyapa Eropa lewat seksi Perspectives di Berlin Film Festival.

Perjalanan festivalnya berlanjut ke San Francisco International Film Festival dengan New Directors Award, Independent Film Festival of Boston dengan Grand Jury Prize untuk Best Narrative Feature, serta Luna de València untuk Best Feature Film di Cinema Jove International Film Festival.

Nepal Bawa "Elephants in the Fog"

Komite Seleksi Film Internasional Nepal memilih "Elephants in the Fog" karya Abinash Bikram Shah. Ini menjadi debut penyutradaraan panjang Shah.

Film mengikuti komunitas Kinnar di sebuah desa Nepal yang berjuang mempertahankan diri. Tayang perdana di seksi Un Certain Regard Cannes Film Festival Mei lalu, film ini meraih Jury Prize seksi tersebut plus nominasi Caméra d'Or dan Queer Palm. Pushpa Thing Lama, Deepika Yadav, Jasmine Bishwokarma, Aliz Ghimire, dan Dura Sanjay Kumar Gupta memimpin cast.

Distribusi internasionalnya bergerak cepat. Best Friend Forever telah menutup kesepakatan di sejumlah wilayah, termasuk MetFilm Distribution (Inggris), Filmin (Spanyol), Vedette (Benelux), Trigon (Swiss), Lev Cinema (Israel), Jayantii (Australia), EFAR Films (India), PT Falcon (Indonesia), dan Film Development Council of the Philippines, plus kesepakatan inflight dengan Silk Route. Sebelumnya sudah ada deal untuk Prancis, Jerman, Austria, Brasil, dan Nepal sendiri. Film ini diproduksi Underground Talkies Nepal, Les Valseurs, dan Die Gesellschaft DGS.

Singapura Kembali ke Anthony Chen

"We Are All Strangers" yang ditulis dan disutradarai Anthony Chen menjadi wakil Singapura. Berlatar Singapura kontemporer, film ini menyorot relasi keluarga dan perubahan hidup tak terduga.

Chen kembali menggandeng Yeo Yann Yann dan Koh Jia Ler, dengan Andi Lim dan Regene Lim melengkapi cast. Awal tahun ini, film tersebut menjadi karya Singapura pertama yang masuk kompetisi utama Berlin Film Festival.

"We Are All Strangers" menutup trilogi Growing Up yang dimulai "Ilo Ilo" (2013) dan dilanjutkan "Wet Season" (2019). Dua film sebelumnya mengoleksi lebih dari 50 penghargaan internasional, termasuk lima Golden Horse Awards dan Caméra d'Or Cannes untuk "Ilo Ilo". Keduanya juga pernah menjadi wakil Singapura di Oscar ke-86 dan ke-93.

Israel Pilih "Tell Me Everything"

Moshe Rosenthal membawa "Tell Me Everything" setelah film itu dinobatkan Best Picture di Ophir Awards. Kemenangan tersebut otomatis mengirimnya ke Oscar sebagai wakil Israel.

Berlatar 1980-an di tengah merebaknya epidemi HIV, film ini tayang perdana di world cinema dramatic competition Sundance. Ini menjadi karya panjang kedua Rosenthal setelah "Karaoke" yang debut di Tribeca Film Festival 2022. Cerita mengikuti Boaz, tokoh yang dihadapkan pada dinamika era tersebut.

Aturan Baru dan Peta yang Masih Berubah

Academy tahun ini memberlakukan aturan baru: film yang memenangi hadiah utama di salah satu dari enam festival terbesar — Cannes, Berlin, Venice, Sundance, Busan, dan Toronto — bisa masuk bursa international feature tanpa dukungan komite nasional.

Sejumlah judul sudah mencuri perhatian. Rumania mengirim "Fjord" yang meraih Palme d'Or Cannes. Chile mendaftarkan "The Meltdown" yang tayang di Un Certain Regard. Jerman membawa "Everytime" yang memenangi Un Certain Regard Prize Cannes.

Prancis belum menetapkan pilihan dan masih menimbang beberapa kandidat berbeda. Keputusan mereka akan menjadi salah satu yang paling ditunggu menjelang tenggat 1 Oktober.

Dengan aturan baru dan deretan film yang sudah mengantongi pengakuan festival, persaingan menuju shortlist 15 besar Desember nanti diprediksi lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya.

Terkini