Herdman mengaku sudah mendengar langsung visi besar Erick saat proses rekrutmen dirinya sebagai pelatih kepala. Target yang dibawa bukan hanya trofi ASEAN Cup, tetapi juga lolos ke Piala Dunia 2030 dan menembus delapan besar Piala Asia 2027.
Pernyataan itu disampaikan Herdman dalam jumpa pers, Senin (14/9/2026), saat membahas persiapan skuad menghadapi turnamen yang diikuti 14 tim tersebut.
"Ya, Itu Tipikal Pak Erick"
Herdman menyebut cara Erick menjual mimpi menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran menangani Timnas Indonesia. Menurutnya, pelatih mana pun akan tertarik bekerja di bawah sosok dengan target setinggi itu.
"Ya, itu tipikal Pak Erick," ujar Herdman. "Pak Erick membawa saya ke sini karena dia menjual mimpi untuk lolos ke Piala Dunia 2030. Dia memiliki ambisi besar untuk finis di delapan besar Piala Asia 2027 dan memenangkan trofi, menjadi yang pertama."
Ambisi tersebut, kata Herdman, langsung menular ke ruang ganti. Ia menilai para pemain melihat kesempatan ini sebagai momen langka untuk mengangkat trofi pertama bagi Indonesia di level regional.
"Anda tentu ingin mengikuti orang seperti itu. Anda ingin menjadi bagian dari sejarah negara ini. Dalam 10 hari, kami semua mendapatkan kesempatan untuk memulai perjalanan mengangkat trofi pertama dan memenangkannya," tuturnya.
Enam Bulan Pantau Pemain Lokal dan Diaspora
Tim pelatih tidak bergerak mendadak. Herdman mengungkap proses pemantauan pemain lokal maupun diaspora sudah berjalan enam bulan terakhir untuk menyusun skuad terbaik di jendela FIFA Matchday.
Prinsipnya sederhana: siapa pun yang tersedia dan berada dalam performa terbaik akan dipanggil. Tidak ada pembedaan antara pemain yang berkarier di dalam negeri dan mereka yang bermain di luar negeri.
"Singkatnya, pemain terbaik yang tersedia akan dipilih untuk FIFA ASEAN. Ini merupakan jendela FIFA. Saya sudah menjalani tiga jendela FIFA, dan ini akan menjadi yang ketiga bagi saya untuk memilih pemain terbaik," ujarnya.
Antusiasme Skuad dan Staf Jelang Turnamen
Sinyal positif datang dari respons pemain dan staf. Herdman menyebut hampir semua pihak yang diajak bicara menyambut turnamen ini dengan antusiasme tinggi.
"Saya pikir yang muncul adalah kegembiraan. Setiap pemain yang saya ajak bicara dan para staf sangat antusias dengan kesempatan ini," kata Herdman.
FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung 25 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama negara-negara ASEAN lain dan tiga negara undangan.
Vietnam, Malaysia, Thailand — dan Lawan Terbesar dari Dalam
Herdman menyoroti Vietnam, Malaysia, dan Thailand sebagai pesaing serius di turnamen ini. Ketiganya punya kualitas skuad dan pengalaman bertanding di level regional yang tidak bisa diabaikan.
Namun ia menilai tantangan paling berat justru datang dari dalam tim sendiri. Mentalitas dan konsistensi standar permainan menjadi faktor penentu apakah Indonesia bisa melangkah jauh.
"Lawan terbesar kami di turnamen ini adalah kami sendiri: tim kami sendiri, mentalitas kami sendiri, dan standar kami sendiri," jelas Herdman.
Dengan materi pemain yang ada, Herdman optimistis selama standar permainan terjaga, Indonesia punya peluang bersaing dengan siapa pun.
"Saya pikir kami memiliki tim kuat. Jika kami mempertahankan standar yang telah kami tetapkan dan bermain dengan semangat yang mewakili bangsa ini, serta dengan optimisme dan keyakinan bahwa kami bisa menang, maka tidak ada lawan yang perlu kami takuti," tambahnya.