Pertamina Proyeksi Harga Pertamax Cs Tembus Rp20 Ribu per Liter

Sabtu, 12 September 2026 | 11:23:31 WIB
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan proyeksi harga BBM nonsubsidi dalam acara media gathering di Bantul, Yogyakarta.

PT Pertamina Patra Niaga memperkirakan harga jual BBM nonsubsidi akan terus naik dalam waktu dekat. Proyeksi itu disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Selat Hormuz dan Efek Domino yang Lebih Berat dari Konflik Rusia-Ukraina

Eko menyebut krisis energi global kali ini berbeda dari sebelumnya. Eskalasi militer di Timur Tengah, khususnya pemblokiran Selat Hormuz, dinilainya memukul sektor energi lebih masif dibandingkan konflik Rusia-Ukraina.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ucap Eko.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi sebagian besar tanker minyak dunia. Gangguan di kawasan itu langsung memicu kekhawatiran pasokan, yang berujung pada lonjakan harga minyak mentah.

Harga Minyak Mentah Dunia Tembus US$100 per Barel

Di pasar internasional, harga minyak mentah kembali melampaui ambang US$100 per barel. Mengutip Reuters pada Jumat (11/9), patokan Brent naik US$1,05 atau 1 persen ke posisi US$108,68 per barel.

Pada saat yang sama, West Texas Intermediate (WTI) asal AS menguat 95 sen atau 1 persen menjadi US$103,45 per barel. Sehari sebelumnya, Kamis (10/9), kedua jenis minyak mentah itu sempat meroket lebih dari 6 persen.

Secara kumulatif mingguan, Brent dan WTI tercatat melonjak mendekati 13 persen. Ini menjadi laju kenaikan tertinggi sejak 17 Juli lalu.

Berharap Minyak Kembali ke US$60–70 per Barel

Pertamina berharap nilai tukar komoditas minyak dunia dapat melandai kembali ke kisaran US$60–70 per barel, seperti era sebelum krisis geopolitik. Dengan kurs Rp17.607, angka itu setara Rp1.056.420 hingga Rp1.232.490 per barel.

"Kalau berharap turun 70 dolar per barel atau 60 dolar per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujar Eko.

Dampak ke Konsumen Pengguna Pertamax dan Pertamina Dex

Jika proyeksi itu terwujud, pengguna BBM nonsubsidi di Indonesia harus menyiapkan anggaran lebih besar. Harga Pertamax, Pertamina Dex, dan produk sejenis akan berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada, indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko.

Belum ada keterangan resmi soal kapan penyesuaian harga akan berlaku. Pertamina biasanya mengumumkan perubahan harga BBM nonsubsidi secara berkala mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Terkini