Kabar Duka dari Selat Sunda: 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 00:15:32 WIB
Lima jurnalis dan tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, sejak Senin (7/9/2026).

JAKARTA — Lima jurnalis bersama tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Hubungan komunikasi dengan kapal motor sewaan tersebut terputus sejak Senin, 7 September 2026.

Kabar hilangnya kontak dengan rombongan jurnalis ini mengejutkan ruang redaksi di berbagai kota. Kelimanya bertugas merekam aktivitas Anak Krakatau yang sedang bergejolak. Rasa cemas kini menyelimuti rekan seprofesi dan keluarga yang menunggu kepastian di darat.

Rombongan media yang berada di kapal tersebut terdiri atas lima pewarta foto dan jurnalis teks:

  • M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara
  • Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com
  • Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id
  • Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency
  • Donal Husni, pewarta foto lepas (freelance)

Total penumpang di atas kapal berjumlah delapan orang. Selain lima jurnalis, kapal diawaki seorang pemandu, nakhoda, dan seorang anak buah kapal. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin pukul 14.00 WIB. Semula, rombongan ditargetkan bersandar kembali di Carita pukul 20.00 WIB.

Kronologi Menit-Menit Terakhir Kontak Terputus

Tanda bahaya mulai terdeteksi kurang dari satu jam usai kapal lepas tali tambat. Pada pukul 14.42 WIB, salah seorang pewarta sempat mengirimkan titik koordinat terkini kepada Abay, jurnalis di Lampung. Selang 22 menit kemudian, petaka hening dimulai.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, membeberkan kronologi detik-detik lenyapnya komunikasi tersebut. "Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB (7/9/2026) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak," ujar Al Amrad.

Kabar sempat kembali menyala sekitar satu jam berikutnya. Pada pukul 16.00 WIB, sang pemandu sempat mengabarkan kondisi perahu dalam keadaan aman kepada sang istri. Itu pesan pemungkas. Setelah jam empat petang itu, sambungan telepon maupun perangkat pelacak mati total.

Medan Bahaya Vulkanik Hadang Operasi SAR

Tim SAR gabungan dari Basarnas langsung menggerakkan armada ke zona pencarian di sekitar perairan Anak Krakatau begitu laporan diterima. Namun, operasi penyelamatan laut di kawasan ini menguji batas keselamatan personel SAR sendiri. Menembus kawasan cincin api butuh perhitungan dingin.

Pusaran abu vulkanik pekat dan gelombang laut Selat Sunda menjadi dinding penghalang utama armada evakuasi. Status gunung api yang sedang erupsi membuat tim penyelamat wajib membaca arah angin setiap menit. Risiko mati mesin akibat terpaan material vulkanik terus mengintai kapal pencari.

Penyisiran di perairan lepas ini terus diperpanjang hingga Rabu, 9 September 2026. Tim SAR gabungan memperlebar radius pencarian di titik koordinat terakhir transmisi data korban. Hingga kini, delapan jiwa di perahu motor tersebut belum berhasil ditemukan.

Solidaritas Komunitas Pers dan Penantian Keluarga

Dukungan moral terus mengalir dari berbagai organisasi pers dan komunitas jurnalis di penjuru tanah air. Meliput erupsi adalah tugas berisiko tinggi demi menyampaikan realitas bencana kepada publik. Dedikasi lima pewarta ini memicu gelombang keprihatinan mendalam.

Kamar redaksi tempat mereka bernaung terus berkoordinasi intensif dengan posko Basarnas Banten di Carita. Rekan sejawat bahu-membahu memantau pergerakan tim penolong dari daratan Banten. Bagi para jurnalis lapangan, kabar ini bukan sekadar statistik kecelakaan kerja.

Kini doa bersama bergulir di banyak ruang redaksi. Seluruh elemen komunitas media dan masyarakat berharap ada keajaiban di tengah pekatnya perairan Selat Sunda. Asa tetap terpelihara agar seluruh pewarta dan awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Identitas 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

NoNamaMedia/Status
1M. Bagus KhoirunnasPewarta Foto Kantor Berita Antara
2Ari BasukiPewarta Foto Merdeka.com
3Yudistiro PranotoPewarta Foto iNews.id
4Firman DausJurnalis Anadolu Agency
5Donal HusniPewarta Foto Lepas/Freelance

Komposisi 8 Orang di Kapal

PeranJumlah
Jurnalis5 orang
Pemandu/Guide1 orang
Nakhoda1 orang
Anak Buah Kapal (ABK)1 orang

Kronologi Kejadian

WaktuKejadian
Senin, 7 September 2026, 14.00 WIBRombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten, menuju perairan Gunung Anak Krakatau. Perkiraan kembali pukul 20.00 WIB.
14.42 WIBSalah satu jurnalis mengirim share location terakhir kepada jurnalis Lampung bernama Abay.
15.04 WIBKomunikasi dengan rombongan terputus/hilang kontak.
16.00 WIBPemandu (guide) sempat terakhir kali melaporkan kondisi aman kepada istrinya.
Rabu, 9 September 2026Tim SAR gabungan (Basarnas) melanjutkan operasi pencarian, menyisir titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir kapal.

Pernyataan Resmi Basarnas

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan: “Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB (7/9/2026) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak.”

Berita ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan operasi pencarian dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Terkini