MUI dan BAZNAS Terbitkan Buku Islam ala Prabowo Setebal 400 Halaman

Senin, 07 September 2026 | 18:02:02 WIB
MUI dan BAZNAS resmi menerbitkan buku setebal hampir 400 halaman yang mengulas praktik keislaman Presiden Prabowo Subianto.

SELARASRIAU.COM — Majelis Ulama Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional resmi mengedarkan buku setebal hampir 400 halaman yang mengulas cara Presiden Prabowo Subianto mempraktikkan ajaran agama. Karya literasi ini membedah rekam jejak kepemimpinan kepala negara dari ranah militer hingga panggung diplomasi internasional. Penerbitan tersebut digagas langsung oleh pimpinan lembaga tinggi negara bersama otoritas keagamaan nasional.

Fokus Pembahasan dari Karier Militer hingga Isu Palestina

Naskah buku ini mengurai rekam jejak keislaman Prabowo yang selama ini jarang terekspos ke ruang publik. Ruang lingkup pembahasannya membentang dari ranah privat, disiplin saat aktif di dunia militer, hingga perannya memimpin Indonesia saat ini.

Salah satu porsi utama menyoroti ketegasan sikap Prabowo di forum diplomasi internasional. Buku ini mencatat konsistensi sikap sang presiden dalam memperjuangkan hak-hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Penerbitan ini juga melibatkan pandangan tokoh keagamaan terkemuka, termasuk mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Perwakilan diplomatik, salah satunya Duta Besar Palestina untuk Indonesia, turut menyampaikan apresiasi atas dokumentasi rekam jejak diplomasi tersebut.

Substansi Kebijakan Prorakyat dan Penguatan Literasi Kebangsaan

Lembaga penggagas menetapkan tiga sasaran utama dari peredaran buku ini. Selain membuka perspektif baru kepemimpinan Islam yang inklusif, karya ini diarahkan untuk memperkuat literasi keagamaan berbasis wawasan kebangsaan melalui sinergi antarlembaga resmi.

Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menegaskan arah pesan moral yang hendak disampaikan melalui dokumentasi kepemimpinan kepala negara ini.

"Islam bukan hanya simbol melainkan substansi yang dapat diwujudkan dalam kebijakan prorakyat," ujar Anwar Iskandar.

Dukungan serupa datang dari BAZNAS yang menempatkan penerbitan ini sebagai bagian dari edukasi publik. Ketua BAZNAS Noor Achmad menegaskan posisinya dalam menyokong literasi yang memotret keberpihakan kepemimpinan nasional terhadap kelompok masyarakat kecil.

Beredar Resmi di Pasaran dan Picu Reaksi Publik

Kehadiran buku setebal hampir 400 halaman ini langsung memantik rasa penasaran publik di berbagai kanal media sosial. Diskusi hangat merebak seiring banyaknya warga yang mencari rincian isi dari buku tersebut.

Masyarakat kini dapat mengakses isi lengkap buku secara langsung menyusul distribusinya yang telah menjangkau jaringan toko buku komersial. Penerbit memastikan peredaran telah dibuka secara resmi ke pasar luas.

Terkini