Proyek musik Mercusuar resmi memperkenalkan Amanda Meutia sebagai vokalis utama pada 2026. Kehadirannya menandai arah musikal yang bergeser ke ranah pop, meninggalkan dominasi warna distorsi yang melekat pada masa-masa awal pembentukan grup.
Mercusuar kini melangkah dengan konsep duo terfokus. Dani Irjayana bertindak sebagai konseptor utama sekaligus penggerak aransemen, sementara Amanda mengisi lini depan vokal.
Profil Amanda Meutia dan Sentuhan Vokal Emosional
Sosok Amanda Meutia bukan nama asing di industri kreatif digital Indonesia. Ia aktif membangun audiens lewat siniar, produksi konten bertema kebudayaan Jepang, hingga aktivitas menyanyi di berbagai platform video.
Di ranah musik profesional, vokalis berkarakter lembut ini mengantongi jam terbang yang cukup solid. Amanda tercatat pernah berkolaborasi langsung dengan vokalis NOAH, Ariel, merilis single orisinal berjudul "Peluk", dan kerap membawakan ulang lagu-lagu hits berbahasa Jepang.
Kombinasi vokal emosional Amanda dan visi musikal Dani diproyeksikan membuka ruang kreasi yang lebih segar. Formasi anyar ini menargetkan hubungan yang lebih personal antara lirik dengan para pendengarnya.
Evolusi Genre dari Distorsi Cadas Menuju Pop
Perjalanan Mercusuar melintasi dinamika panjang sejak pertama kali didirikan Dani Irjayana pada 2016 silam. Formasi awal band ini mengusung dentuman distorsi tebal yang terangkum rapi dalam album penuh perdana bertajuk Episode Fantasi.
Sempat memilih rehat sejenak dari aktivitas panggung, Mercusuar memutuskan kembali aktif pada 2024. Saat itu, mereka merilis lagu "Cinta Dalam Diam" bersama label rekaman Didi Music.
Langkah konsisten berlanjut setahun berselang lewat peluncuran mini album (EP) Tarian Terakhir pada 2025. Album mini yang memuat lima lagu tersebut menjadi jembatan eksplorasi tema lirik yang lebih reflektif sebelum formasi duo terbentuk.
Hadirnya Amanda Meutia di lini vokal menegaskan kesiapan Mercusuar menyajikan materi-materi anyar dengan pendekatan pop modern bagi penikmat musik Indonesia sepanjang 2026.