BMKG: Hujan Lokal Masih Berpeluang di Sumatra, Kalimantan, dan Papua

Sabtu, 05 September 2026 | 06:45:31 WIB
Petugas memantau prakiraan cuaca di kantor BMKG saat fenomena hujan lokal berpeluang terjadi di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

BMKG memperkirakan potensi pertumbuhan awan hujan kategori sedang hingga tinggi masih membayangi tiga wilayah utama Indonesia: Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, dan Papua bagian utara. Prediksi ini muncul di tengah dominasi kondisi kering yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut hujan yang turun nantinya cenderung sporadis dan berdurasi singkat. Fenomena ini bukan lagi pola hujan merata, melainkan titik-titik lokal yang dipicu kombinasi beberapa dinamika atmosfer sekaligus.

Pemicu Hujan di Tengah Kemarau

Dua fenomena gelombang atmosfer menjadi biang keladi utama. MJO diprediksi aktif di pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta sebagian besar Papua pada 4-10 September. Sementara itu, Gelombang Kelvin melintasi wilayah lebih luas: Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Faktor lokal turut memperkuat potensi hujan. BMKG mendeteksi daerah perlambatan angin (konvergensi) di Sumatera Selatan hingga Jambi, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan. Adapun daerah pertemuan angin (konfluensi) terbentuk di perairan barat dan utara Aceh.

Labilitas udara yang mendukung proses konvektif skala lokal juga terpantau di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan. "Kombinasi dinamika tersebut masih dapat memicu pengumpulan dan pengangkatan massa udara, sehingga hujan secara lokal dengan intensitas bervariasi masih berpeluang terjadi," tulis BMKG di laman resminya.

Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

BMKG merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan pada Sabtu (4/9), meliputi Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.

Kategori waspada angin kencang terpantau lebih luas, mencakup Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat.

Catatan historis BMKG menunjukkan intensitas hujan tertinggi pada periode 31 Agustus-2 September 2026 terjadi di Sumatera Utara dengan curah hujan 111,6 mm/hari. Disusul Sumatera Barat 101,8 mm/hari dan Aceh 82,5 mm/hari — angka yang masuk kategori lebat hingga sangat lebat.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mewaspadai potensi genangan atau gangguan aktivitas luar ruangan, mengingat hujan sporadis kerap datang tanpa pola waktu yang jelas. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan September sebelum dominasi udara kering kembali menguat.

Terkini