Menteri LH Siapkan Penanaman 500 Hektare Mangrove di Kuala Selat Inhil

Ahad, 16 Agustus 2026 | 22:52:52 WIB
Menteri Lingkungan Hidup saat berkunjung ke Desa Kuala Selat, Inhil Riau

SELARASRIAU.COM, INHIL – Kerusakan hutan mangrove di pesisir Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mendapat perhatian pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan siap melakukan penanaman mangrove di kawasan tersebut hingga seluas 500 hektare.

Rencana itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat saat mengunjungi Desa Kuala Selat, Sabtu (15/8/2026). Ia datang bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta akademisi dan pegiat lingkungan Rocky Gerung.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digelar Polda Riau. Dalam kegiatan itu, rombongan juga melakukan penanaman ribuan batang mangrove di pesisir Kuala Selat.

Kawasan ini menjadi salah satu wilayah pesisir Inhil yang menghadapi ancaman abrasi. Hilangnya sebagian kawasan mangrove membuat gelombang laut semakin mudah menghantam daratan.

Dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan. Kebun kelapa milik masyarakat yang berada di kawasan pesisir ikut terancam karena air laut masuk ke daratan.

Bupati Inhil Herman yang mendampingi rombongan menyampaikan langsung kondisi tersebut kepada Menteri Lingkungan Hidup. Menurutnya, kerusakan mangrove berkaitan erat dengan keberlangsungan kebun kelapa yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat mengatakan telah menerima laporan mengenai sekitar 1.000 hektare kawasan mangrove yang mengalami kerusakan.

"Saya telah mendengar keresahan Pak Bupati terkait kerusakan sekitar 1.000 hektare hutan mangrove di sini. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan koordinasikan, siap menanam pohon mangrove di tempat ini seluas 500 hektare," kata Jumhur.

Upaya pemulihan tersebut juga membuka peluang melibatkan berbagai pihak. Targetnya, penanaman mangrove nantinya dapat diperluas hingga mencapai 1.000 hektare.

"Tentu tak menutup kemungkinan kita buka kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain. Mudah-mudahan dapat mencapai penanaman 1.000 hektare ke depannya nanti," ujarnya.

Menurut Jumhur, pemulihan mangrove bukan hanya bertujuan menjaga kawasan pesisir dari abrasi. Program tersebut diharapkan ikut membantu memulihkan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada perkebunan kelapa.

"Selain menjaga alam, tentunya kami harap teman-teman yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelapa dapat kembali produktif dan perekonomian masyarakat setempat terus berkembang," katanya.

Bupati Inhil Herman menyambut baik rencana penanaman mangrove tersebut. Ia berharap pemulihan kawasan pesisir Kuala Selat dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut Herman, keberadaan mangrove sangat penting sebagai pelindung alami kebun kelapa masyarakat dari gelombang dan abrasi.

Mangrove juga menjadi habitat berbagai biota yang memiliki nilai ekonomi bagi warga pesisir, seperti udang, ketam dan ikan.

"Semoga hutan mangrove di Kuala Selat cepat pulih. Kita harus merawatnya agar kebun kelapa masyarakat terjaga," kata Herman.

"Selain itu, kita ingin udang, ketam dan ikan lainnya yang hidup di akar mangrove, yang juga menjadi sumber penghasilan masyarakat, dapat terpelihara pula," tambahnya.

Pemulihan mangrove di Kuala Selat diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menekan laju abrasi sekaligus menjaga perkebunan kelapa dan sumber penghidupan masyarakat pesisir Inhil.

Tags

Terkini