MBG Berujung Petaka di Dumai, 38 Siswa SD Keracunan Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:23:46 WIB

SELARASRIAU.COM, DUMAI – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Dumai, Riau, terus berkembang. Hingga Kamis (13/8/2026) sore, sedikitnya 38 siswa dari dua sekolah dasar (SD) dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG.

Dua sekolah yang terdampak yakni SDN 013 Labour Housing dan SDN 015 di Jalan Hang Tuah, Kota Dumai.

Para siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada yang berada di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.

Hingga pukul 15.00 WIB, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami keluhan mencapai 38 orang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena sejumlah siswa lainnya masih dalam pemantauan.

Salah satu menu MBG yang dikonsumsi siswa sebelum mengalami keluhan adalah bakso. Muncul dugaan makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti para siswa mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan.

Sampel makanan juga perlu diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan siswa mengalami gangguan kesehatan.

Kasus dugaan keracunan MBG di Dumai tersebut langsung mendapat perhatian dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang membawahi wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.

Kepala KPPG Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, memastikan tindakan tegas telah diambil terhadap SPPG yang menyediakan makanan tersebut.

"Kami beri sanksi tegas dan suspend SPPG-nya," kata Syartiwidya, Kamis (13/8/2026).

Dengan keputusan tersebut, operasional SPPG Gajah Mada disuspend sembari menunggu pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut.

Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama berkaitan dengan keamanan pangan. Mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan hingga pendistribusian makanan sebelum diterima siswa.

Sementara itu, Dinas Kesehatan dan kepolisian telah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Penelusuran juga dilakukan terhadap menu MBG yang dikonsumsi siswa, termasuk bakso yang disajikan sebelum munculnya keluhan.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan atau terdapat faktor lain.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pengawasan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah.

Hingga Kamis malam, penanganan dan pemantauan terhadap siswa yang mengalami keluhan masih dilakukan. Hasil pemeriksaan terhadap makanan juga dinantikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan MBG di Dumai tersebut.* (Dil)

Terkini