Sisa 50 Persen Bonus Atlet Riau Belum Cair, Pemprov Andalkan APBD Perubahan 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:56:17 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Penantian atlet dan pelatih Riau terhadap sisa bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 belum berakhir.

Hingga Agustus 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau baru membayarkan 50 persen bonus. Sementara separuh sisanya masih harus menunggu kemampuan keuangan daerah.

Pemprov Riau kini mengupayakan sisa 50 persen bonus tersebut masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Riau 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memastikan pemerintah tidak melupakan kewajiban kepada atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama Riau.

"Bonusnya sudah kita bayar 50 persen, tinggal 50 persen lagi," kata SF Hariyanto.

Menurutnya, persoalan utama yang membuat pembayaran belum dapat dituntaskan adalah kondisi keuangan Pemprov Riau yang sedang mengalami tekanan.

Salah satu penyebabnya adalah pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang disebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

"Kondisi fiskal kita sekarang memang tertekan sekali. Masih ada pemotongan anggaran TKD Pemerintah Pusat sekitar Rp1,2 triliun," ujarnya.

Tekanan fiskal tersebut membuat Pemprov Riau harus menyesuaikan sejumlah belanja dan program. Kondisi yang sama turut berdampak terhadap kemampuan pemerintah menyelesaikan pembayaran bonus atlet sekaligus.

Meski demikian, SF menegaskan pembayaran bonus tidak dihentikan. Pemprov tetap berupaya mencari ruang anggaran agar hak atlet dan pelatih dapat diselesaikan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah memasukkan kebutuhan anggaran tersebut dalam APBD Perubahan Riau 2026.

"Kita bertahan dulu, kalau kondisi seperti ini kita harus sabar. Tapi ini akan selesai," katanya.

"Yang penting pemerintah punya niat baik untuk menyelesaikannya. Kita upayakan penganggaran di APBD Perubahan," lanjut SF.

Atlet Turun ke Jalan Tagih Janji

Pernyataan tersebut muncul setelah puluhan atlet dan pelatih peraih medali PON XXI dan Peparnas 2024 kembali menyuarakan tuntutan pembayaran bonus.

Mereka menggelar aksi damai di kawasan Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan karena bonus prestasi yang mereka tunggu belum dibayarkan secara penuh.

Para atlet datang membawa sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan kepada Pemprov Riau.

Salah satunya bertuliskan, "Cairkan bonus kami, kami telah berbuat, mana hati nurani pemerintah? Sampai kapan kami menunggu?"

Spanduk lain bahkan menggunakan kalimat bernada sindiran, seperti "Donasi untuk pahlawan olahraga, 2 tahun diterlantarkan" dan "Bantuan korban bencana olahraga."

Tak berhenti dengan membentangkan spanduk, sejumlah atlet dan pelatih juga melakukan aksi penggalangan donasi kepada masyarakat yang melintas di sekitar Stadion Utama Riau.

Penggalangan dana tersebut bukan sekadar mencari bantuan. Aksi itu menjadi simbol protes dan sindiran terhadap pemerintah karena bonus prestasi mereka belum diselesaikan.

Para atlet mempertanyakan kepastian hak mereka setelah berjuang membawa nama Riau pada ajang olahraga nasional.

Sudah Dibayar Separuh

Pemprov Riau sebelumnya telah mencairkan 50 persen bonus. Namun, pembayaran separuh tersebut belum menutup kewajiban pemerintah kepada atlet dan pelatih.

Karena itu, tuntutan saat ini bukan lagi mengenai ada atau tidaknya bonus. Persoalannya adalah kapan sisa 50 persen tersebut benar-benar masuk ke rekening para penerima.

SF Hariyanto meminta atlet dan pelatih memberikan waktu kepada pemerintah.

Ia memastikan Pemprov Riau tetap memiliki komitmen untuk menyelesaikan kewajiban tersebut meskipun ruang fiskal daerah sedang terbatas.

Dengan rencana memasukkan sisa bonus ke APBD Perubahan 2026, nasib pembayaran kini akan bergantung pada ketersediaan anggaran dan proses pembahasan APBD-P.

Bagi para atlet dan pelatih, kepastian tersebut menjadi penting. Sebab, bonus bukan sekadar penghargaan setelah pertandingan berakhir, tetapi merupakan hak atas prestasi yang telah mereka persembahkan untuk Riau. (***)

Terkini