Manfaatkan Lahan Tidur, RT di Pekanbaru Sulap Ternak Puyuh Jadi Sumber Pendapatan dan Ketahanan Pangan

Jumat, 07 Agustus 2026 | 18:27:19 WIB

PEKANBARU – Terobosan menarik datang dari pengurus RT 01 RW 10, Kelurahan Sialangmunggu, Pekanbaru, Riau. Alih-alih membiarkan lahan tidur terbengkalai, mereka justru menyulapnya menjadi kandang ternak puyuh yang kini beromzet dan mulai menopang perekonomian warga. Langkah ini patut diapresiasi.

Sejak terpilih pada akhir Maret lalu, pengurus RT langsung tancap gas menjalankan berbagai program, salah satunya budi daya burung puyuh petelur di atas lahan seluas 30x50 meter.

Berawal dari Program BAPAKU RT
Layaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pengurus RT memutar otak mencari peluang bisnis sebagai sumber pendapatan tambahan bagi kas RT sekaligus kegiatan sosial warga.

Program ini diberi nama BAPAKU RT, singkatan dari Bantuan Pangan, Kesejahteraan, Kesehatan, dan UMKM. Konsepnya disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya warga di lingkungan yang dihuni ratusan kepala keluarga tersebut.

Ketua RT terpilih, Soleman, yang akrab disapa Kang Leman, menegaskan program tidak harus menunggu pelantikan resmi untuk dijalankan. Ia bersama pengurus mengajak warga terlibat langsung dalam pengelolaan kandang, mulai dari peternakan hingga pertanian.

Dimulai Saat Harga Telur Anjlok
Menariknya, usaha ini justru dimulai di tengah kondisi pasar yang sedang lesu. Soleman mengenang, program dimulai sejak Maret lalu, tepat saat harga telur ayam sedang jatuh di pasaran.

Saat itu, harga telur di Pekanbaru anjlok hingga ke kisaran Rp28.000–Rp30.000 per papan. Meski demikian, pengurus melihat peluang justru dari tingginya permintaan telur puyuh di pasar Pekanbaru.

Berbekal tekad dan mental yang kuat, tim bertahan hampir dua bulan di tengah harga yang belum stabil. Populasi puyuh yang semula hanya 500 ekor kini telah berkembang pesat menjadi 2.000 ekor puyuh petelur, dan seluruhnya dikelola langsung oleh warga sekitar.

Rambah Sektor Pertanian dan Olah Kotoran Jadi Pupuk
Tidak berhenti di peternakan, pengurus RT kini mulai merambah sektor pertanian. Soleman meyakini program yang terintegrasi ini bisa menjadi peluang bisnis baru sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di lingkungannya.

Telur puyuh hasil panen kini disuplai ke pelaku UMKM sekitar. Bahkan, kotoran ternak (kohe) yang semula dianggap limbah, setelah dipelajari, ternyata punya potensi diolah menjadi pupuk organik.

Dari situlah muncul ide baru: budi daya tanaman cabai.
Libatkan Warga hingga Lansia
Dalam pengelolaan ternak, Soleman turut membagi tugas secara jelas, mulai dari anak buah kandang (ABK) hingga distribusi hasil panen ke pelaku UMKM.

"Untuk ABK kita manfaatkan warga sekitar, ada lansia juga. Kita ingin keberadaan dari ternak ini juga bisa memberi penghasilan tambahan selain manfaat sosial tadi," ujar Soleman.

Ia berharap, melalui program ini, kegiatan sosial, kepemudaan, dan keagamaan di lingkungan Komplek Trans Jasa Industri tidak lagi selalu bergantung pada pihak ketiga.

Menjelang pelantikan pengurus RT yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September mendatang oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, pihaknya terus mematangkan berbagai persiapan tambahan.

Salah satunya membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam. Saat ini, lahan pertanian mereka memakai pot dari galon bekas isi ulang.

"Saat ini pertanian kita buat pot dari galon isi ulang bekas. Ini memanfaatkan barang bekas agar lebih bermanfaat," pungkas Leman. (MCR)

Terkini