Mahasiswa FBN Perhentian Marpoyan Kenalkan Budaya Melayu Riau kepada Anak TK Lewat Kisah Lancang Kuning

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46:51 WIB
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Riau, Erina Noprida

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sebaiknya dimulai sejak usia dini. Berangkat dari semangat itu, mahasiswa Fisip Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau di Kelurahan Perhentian Marpoyan menggelar kegiatan Storytelling Cerita Rakyat Melayu Riau di TK AS-Salam, 24 Juli 2026.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal salah satu cerita rakyat yang menjadi identitas masyarakat Riau, yakni Lancang Kuning. Kisah tersebut dipilih karena mengandung banyak pesan moral, seperti tanggung jawab, kesabaran, serta pentingnya memahami hak dan kewajiban.

Cerita dibawakan oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Riau, Erina Noprida, yang merupakan anggota FBN Perhentian Marpoyan. Dengan gaya bercerita yang ekspresif, ia berhasil mengajak anak-anak larut dalam petualangan kapal Lancang Kuning, simbol yang juga melekat dengan julukan Provinsi Riau sebagai Bumi Lancang Kuning.

Agar suasana semakin hidup, mahasiswa menggunakan berbagai alat peraga kreatif yang dibuat dari kardus bekas, seperti miniatur kapal Lancang Kuning, kerajaan, hingga ombak laut. Anak-anak pun tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga ikut berpartisipasi dengan menirukan suara ombak dan angin serta aktif menjawab berbagai pertanyaan selama sesi berlangsung.

Ketua FBN Perhentian Marpoyan, Tania Fiolin Aridea, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya Melayu Riau kepada generasi muda sejak usia dini.

«"Kami ingin memperkenalkan serta menanamkan kecintaan terhadap budaya Melayu Riau sejak dini kepada anak-anak yang nantinya akan mewarisi budaya Melayu Riau. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang menghormati, mencintai, dan melestarikan budaya Melayu Riau," ujarnya.»

Guru TK AS-Salam menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, metode storytelling sangat efektif untuk anak usia dini karena mampu menarik perhatian mereka sekaligus memudahkan proses belajar.

"Metode storytelling sangat pas untuk anak-anak karena mereka masih memiliki rentang konsentrasi yang terbatas. Budaya Melayu Riau juga perlu terus dilestarikan di tengah derasnya pengaruh budaya luar pada era digital. Selain kaya akan nilai moral, budaya Melayu Riau juga mengajarkan banyak nilai kehidupan," katanya.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung penuh semangat. Anak-anak tampak antusias menyimak cerita, aktif menjawab pertanyaan, hingga mampu mengingat kembali tokoh serta pesan moral dari kisah Lancang Kuning. Acara kemudian ditutup dengan bermain bersama dan sesi foto sebagai kenang-kenangan.

Melalui program Storytelling Cerita Rakyat Melayu Riau, mahasiswa FBN Perhentian Marpoyan berharap cerita rakyat tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu membentuk karakter anak sekaligus menjaga warisan budaya Melayu Riau agar tetap hidup di tengah arus globalisasi. (***)

Terkini