Laba Lampaui Target, Kontrak Baru Hutama Karya Tumbuh 22 Persen pada Semester I 2026

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:07:12 WIB

SELARASRIAU.COM, JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi yang mencapai 174,96 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), ditopang oleh segmen pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini menjadi kontributor laba utama.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Semester I 2026 Hutama Karya yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7/2026), dan dihadiri jajaran Direksi serta Dewan Komisaris. Forum tersebut menjadi ajang evaluasi kinerja enam bulan pertama sekaligus penyelarasan strategi perusahaan hingga akhir tahun.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan hasil yang diraih menunjukkan transformasi bisnis perusahaan berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.

"Capaian laba Semester I 2026 menegaskan bahwa transformasi Hutama Karya berjalan pada arah yang tepat. Saat kontribusi JTTS semakin besar sebagai sumber pendapatan berulang, kami juga tetap disiplin menjaga kualitas order book dan kesehatan neraca," ujar Koentjoro.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi unaudited per 30 Juni 2026, Hutama Karya membukukan kontrak baru senilai Rp6,30 triliun sepanjang Semester I 2026. Nilai tersebut meningkat 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perolehan kontrak baru berasal dari berbagai sektor, meliputi proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, hingga Operation & Maintenance (O&M) jalan tol.

Selain itu, ekuitas perusahaan meningkat 2,30 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan mencapai 101,49 persen dari target RKAP. Di sisi lain, utang berhasil ditekan 11,49 persen YoY, melanjutkan tren deleveraging yang telah berlangsung sejak 2024 untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Sementara itu, pendapatan perseroan telah mencapai 81,83 persen dari target RKAP. Capaian tersebut melanjutkan tren positif yang juga tercatat pada Triwulan I 2026.

Hutama Karya menilai struktur laba saat ini mencerminkan transformasi model bisnis perusahaan dari kontraktor murni menjadi pengembang sekaligus operator infrastruktur. 

Pergeseran tersebut ditandai meningkatnya porsi pendapatan berulang (recurring income) seiring bertambahnya ruas tol yang beroperasi.

Di sisi efisiensi, rasio harga pokok penjualan (HPP) tercatat sebesar 81,86 persen dari pendapatan, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar laba berasal dari segmen pengoperasian jalan tol dan anak perusahaan.

Hingga akhir Triwulan II 2026, order book Hutama Karya juga meningkat 6,24 persen dibandingkan posisi Triwulan I 2026, dengan mayoritas berasal dari proyek pemerintah.

Pada penugasan strategis, Hutama Karya berhasil menambah 24,4 kilometer ruas JTTS baru sepanjang Triwulan II 2026, meliputi Ruas Betung–Jambi sepanjang 16,8 kilometer, Palembang–Betung 4,5 kilometer, dan Rengat–Pekanbaru 3,1 kilometer. Penambahan tersebut mencapai 2,4 kali lipat dibandingkan capaian Triwulan I 2026 yang sebesar 10,1 kilometer.

Dengan tambahan tersebut, total panjang JTTS yang telah dibangun mencapai 1.117,6 kilometer. Ruas Palembang–Betung serta Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Dari sisi operasional, trafik JTTS juga terus menunjukkan tren positif. Selama Semester I 2026, volume lalu lintas mencapai 17 juta kendaraan atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, kinerja Semester I 2026 mencerminkan pergeseran fokus Hutama Karya dari pertumbuhan volume menuju peningkatan kualitas laba dan penguatan kesehatan neraca. 

Laba yang melampaui target, pertumbuhan kontrak baru sebesar 22,1 persen, serta penurunan utang menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi paruh kedua tahun 2026.*/(Dep)

Terkini