PEKANBARU - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menerima penghargaan dari Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Barat sebagai bank mitra dengan jumlah pendaftar mahasiswa baru jalur mandiri Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Barat 2026 terbanyak.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan SMMPTN-Barat 2026 dan diterima melalui BRI Branch Office Pekanbaru Sudirman. Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi BRI dalam mendukung kelancaran proses pembayaran pendaftaran jalur mandiri yang diikuti calon mahasiswa di wilayah perguruan tinggi negeri anggota BKS-PTN Barat.
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Konsorsium BKS-PTN Barat dengan perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Branch Office Head BRI Pekanbaru Sudirman Faisal, mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada BRI sebagai bank mitra menunjukkan peran strategis perseroan dalam menyediakan layanan transaksi yang mudah, aman, dan andal bagi masyarakat, khususnya calon mahasiswa yang mengikuti proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus meningkatkan kualitas layanan perbankan, khususnya dalam mendukung digitalisasi layanan pendidikan. BRI berkomitmen menghadirkan layanan transaksi yang cepat, aman, dan mudah diakses guna memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat, termasuk calon mahasiswa yang mengikuti proses seleksi masuk perguruan tinggi," Faisal, Senin (29/6).
BRI juga menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui layanan keuangan yang inklusif dan inovatif.
"Melalui dukungan jaringan yang luas serta layanan digital seperti BRImo dan berbagai kanal pembayaran elektronik, BRI berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia," ungkapnya. (Rls/man)