BRI Tegaskan Penyaluran KUR di Riau-Kepri Tetap Selektif, Kedepankan Prinsip Kehati-hatian

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:31:55 WIB

Pekanbaru — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Riau dan Kepulauan Riau tetap dilakukan secara selektif dan berbasis analisa kredit yang ketat, meskipun program tersebut merupakan fasilitas subsidi pemerintah.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Ramah Tamah dan Silaturahmi yang dihadiri jajaran BRI Region 2 Pekanbaru, termasuk Regional Business Support Head BRI Region 2 Pekanbaru Eda Febriyanti serta Micro Business Department Head Nugraha Ramadan, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pengajuan KUR tidak serta-merta langsung disetujui. Setiap permohonan tetap melalui proses analisis menyeluruh, mulai dari pengecekan riwayat kredit, status tunggakan, hingga kemampuan usaha calon debitur dalam membayar angsuran.

Selain itu, usaha calon penerima KUR wajib telah berjalan minimal enam bulan dan diverifikasi langsung oleh petugas lapangan. Proses kunjungan ke lokasi usaha juga menjadi bagian penting dalam memastikan kelayakan penerima pembiayaan.

“Setiap pengajuan tetap melalui analisa kredit, termasuk kunjungan langsung ke lokasi usaha untuk memastikan kelayakan dan kemampuan usaha nasabah,” demikian penjelasan dalam paparan BRI.

BRI juga menekankan bahwa skema cicilan harus disesuaikan dengan kapasitas usaha dan kondisi keuangan calon debitur, termasuk mempertimbangkan kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari sisi kinerja nasional, BRI mencatat penyaluran KUR pada 2025 mencapai sekitar Rp178 triliun kepada 3,8 juta debitur. Pada 2026, pemerintah kembali memberikan kuota penyaluran KUR kepada BRI sebesar Rp180 triliun.

Sektor pertanian masih menjadi penerima terbesar dengan porsi sekitar 45 persen, disusul perdagangan, industri, perikanan, dan sektor lainnya.

Untuk wilayah kerja BRI Region 2 Pekanbaru yang mencakup Riau Daratan hingga Kepulauan Riau, BRI mengelola lebih dari 200 outlet pelayanan, terdiri dari 22 kantor cabang dan 170 BRI Unit. Selain itu, terdapat lebih dari 800 tenaga pemasar mikro (mantri) yang menjangkau pelaku UMKM hingga ke daerah terpencil.

Sepanjang 2025, penyaluran KUR di Riau tercatat mencapai Rp6,2 triliun kepada sekitar 90 ribu debitur. Sementara di Kepulauan Riau mencapai Rp755 miliar kepada 14 ribu debitur.

Hingga April 2026, realisasi KUR di Riau sudah mencapai sekitar Rp2,3 triliun hingga Rp2,4 triliun kepada 33 ribu debitur, sedangkan di Kepulauan Riau mencapai Rp327 miliar.

Mayoritas penyaluran di Riau masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan sawit, sementara di Kepulauan Riau lebih banyak terserap sektor perdagangan.

Pada kesempatan terpisah, Regional CEO BRI Pekanbaru Dian Kesuma Wardhana menegaskan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Penyaluran KUR tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar kredit yang diberikan sehat dan tepat sasaran,” ujarnya. (Man)

Terkini