Target 1.862 Koperasi Merah Putih di Riau, Ketersediaan Lahan Masih Jadi Tantangan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:32:47 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat meninjau Kopdes di Kampar belum lama ini.

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menargetkan pembangunan 1.862 unit Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di 12 kabupaten dan kota. Program yang digagas pemerintah pusat ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Namun di balik progres pembangunan yang telah mencapai 58 persen, masih terdapat tantangan besar yang harus diselesaikan, yakni ketersediaan lahan untuk ratusan unit koperasi yang belum dapat dibangun.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Provinsi Riau, Taufik OH, mengatakan hingga Mei 2026 sebanyak 1.063 unit Koperasi Merah Putih telah masuk tahap pembangunan intensif. Dari jumlah tersebut, 241 unit telah selesai dibangun.

"Secara akumulatif progres pembangunan sudah mencapai 58 persen. Saat ini fokus kami menyelesaikan 1.063 unit yang sedang berjalan agar bisa mencapai 100 persen," ujarnya.

Menurut Taufik, kendala terbesar saat ini bukan lagi pada proses pembangunan fisik, melainkan penyediaan lahan untuk sekitar 800 unit koperasi yang belum masuk tahap pengerjaan.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang diusulkan daerah belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat. Setiap Koperasi Merah Putih membutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi agar dapat dibangun dan beroperasi secara optimal.

"Masih ada sekitar 800 unit yang terkendala lahan. Beberapa lokasi yang tersedia luasnya belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan pusat," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyebut pembangunan Koperasi Merah Putih di Riau menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap program tersebut mampu menjadi instrumen baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat usaha kerakyatan.

Untuk Kabupaten Kampar, dari target 250 unit Koperasi Merah Putih, sebanyak 73 unit telah selesai dibangun. Pemerintah daerah juga terus didorong untuk mempercepat penyediaan lahan agar target pembangunan dapat tercapai.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan tahap operasional koperasi. Pengisian fasilitas dan perlengkapan pendukung baru akan dilakukan setelah proses verifikasi dan serah terima aset selesai dilaksanakan.

Nantinya, setiap gerai Koperasi Merah Putih akan dilengkapi berbagai sarana penunjang operasional yang disiapkan pemerintah pusat melalui Agrinas.

Dengan target mencapai 1.862 unit, Riau menjadi salah satu daerah dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbesar di Indonesia. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru, memperkuat usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga di daerah. (***)

Terkini